Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster Senilai Rp9 Miliar
Senin, 03 April 2023 - 02:36 WIB
loading...
Petugas bea cukai Batam, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster senilai Rp9 miliar. Foto/iNews TV/Gusti Yennosa
A
A
A
BATAM - Upaya penyelundupan 60 ribu ekor benih lobster senilai Rp9 miliar, berhasil digagalkan petugas Kantor Bea dan Cukai Batam. Penyelundupan benih lobster tersebut, digagalkan oleh petugas bea cukai di perairan Pantai Pulau Durian.
Baca juga: Penyelundupan 26.432 Ekor Benih Lobster ke Singapura Digagalkan Petugas Bandara Juanda
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo mengatakan, benih lobster yang berhasil diselamatkan dari penyelundup tersebut, merupakan lobster jenis pasir. ""Benih lobster ini diangkut menggunakan High Speed Craft (HSC) melalui pelabuhan tikus," ujarnya.
Lebih lanjut, Ambang yang didampingi Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Priyono Triatmojo, dan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, M. Rizki Baidillah, mengungkapkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dalam penangkapan penyelundupan benih lobster tersebut.
Baca juga: 3 Perampok Bersenpi di Cilacap Dibawa ke Polda Jateng
Setelah berhasil ditangkap, kapal yang mengangkut puluhan ribu ekor benih lobster tersebut, tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan cukai. "Kapal dan muatan berhasil disita, sementara pelaku berhasil kabur dengan cara mengandaskan kapal," ungkapnya.
![Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster Senilai Rp9 Miliar]()
Setelah disita, benih lobster tersebut langsung dilepaskan agar tidak mati. "Untuk 60 ribu benih lobster yang kita sita, telah dilepaskan di perairan Pulau Ngual, agar tidak mati," terang Ambang.
Pelepasan benih lobster tersebut, juga disaksikan langsung oleh Karantina Perikanan Batam, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, serta Marinir Batam.
Baca juga: Pemuda 19 Tahun Kepergok Lucuti Daster Janda Anak 3 di Batu Bara
Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Priyono Triatmojo mengatakan, bea cukai selalu berkomitmen untuk memerangi perdagangan ilegal, termasuk di dalamnya benih lobster. "Dengan sinergitas bersama, kita berharap kedepannya tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya ilegal," katanya.
![Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster Senilai Rp9 Miliar]()
Lebih lanjut Priyono mengatakan, dengan adanya Patroli Jaring Sriwijaya, dapat mengurangi kegiatan-kegiatan ilegal di perairan Kepri. "Bukan hanya di daerah kita saja, di daerah lain juga sedang menjalani patroli ini agar seluruh laut di Indonesia menjadi aman," pungkasnya.
Baca juga: Penyelundupan 26.432 Ekor Benih Lobster ke Singapura Digagalkan Petugas Bandara Juanda
Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Ambang Priyonggo mengatakan, benih lobster yang berhasil diselamatkan dari penyelundup tersebut, merupakan lobster jenis pasir. ""Benih lobster ini diangkut menggunakan High Speed Craft (HSC) melalui pelabuhan tikus," ujarnya.
Lebih lanjut, Ambang yang didampingi Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Priyono Triatmojo, dan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, M. Rizki Baidillah, mengungkapkan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran dalam penangkapan penyelundupan benih lobster tersebut.
Baca juga: 3 Perampok Bersenpi di Cilacap Dibawa ke Polda Jateng
Setelah berhasil ditangkap, kapal yang mengangkut puluhan ribu ekor benih lobster tersebut, tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan dan cukai. "Kapal dan muatan berhasil disita, sementara pelaku berhasil kabur dengan cara mengandaskan kapal," ungkapnya.

Setelah disita, benih lobster tersebut langsung dilepaskan agar tidak mati. "Untuk 60 ribu benih lobster yang kita sita, telah dilepaskan di perairan Pulau Ngual, agar tidak mati," terang Ambang.
Pelepasan benih lobster tersebut, juga disaksikan langsung oleh Karantina Perikanan Batam, Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam, serta Marinir Batam.
Baca juga: Pemuda 19 Tahun Kepergok Lucuti Daster Janda Anak 3 di Batu Bara
Kakanwil DJBC Khusus Kepri, Priyono Triatmojo mengatakan, bea cukai selalu berkomitmen untuk memerangi perdagangan ilegal, termasuk di dalamnya benih lobster. "Dengan sinergitas bersama, kita berharap kedepannya tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya ilegal," katanya.

Lebih lanjut Priyono mengatakan, dengan adanya Patroli Jaring Sriwijaya, dapat mengurangi kegiatan-kegiatan ilegal di perairan Kepri. "Bukan hanya di daerah kita saja, di daerah lain juga sedang menjalani patroli ini agar seluruh laut di Indonesia menjadi aman," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :