Kisah Hayam Wuruk Pandai Menari hingga Blusukan sebelum Kuasai Majapahit
Jum'at, 31 Maret 2023 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Daerah bernama Desa Perdikan Jalagiri yang terletak tidak jauh sebelah timur Majapahit serta Wewe Pikatan di Tjandi Lima.
Biasanya Hayam Wuruk berkunjung ke lokasi tersebut dengan berjalan kaki. Bila tidak ke lokasi tersebut, biasanya Hayam Wuruk suka berkunjung ke Pala untuk melakukan ziarah ke Candi Siwa. Kemudian Hayam Wuruk meneruskan perjalanan menuju Blitar, Jimur, Silaahrit, Polaman, Daha, dan Janggala.
Saat melakukan perjalanan ini biasanya Hayam Wuruk diiringi segenap pembesar-pembesar pemerintah pusat Majapahit.
Tercatat pada tahun 1355 Masehi Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan lumayan jauh ke Pajang, kemudian ke Lasem, yang berada di Rembang, Jawa Tengah pada 1354 Masehi.
Hayam Wuruk juga pernah melakukan perjalanan ke pantai selatan pada 1357 Masehi, ia juga pernah melalui hutan terus ke Lodaja, Teto, Sideman, pada 1359 Masehi. Hayam Wuruk juga tercatat pernah mengunjungi Lumajang sekitar bulan Agustus-September 1359 Masehi atau 1281 Saka, pada peninggalan agama Hindu.
Perhatian Hayam Wuruk terhadap desa-desa dan bangunan ternyata juga disambut oleh para penghuni desa dan warga yang didatangi.
Baca juga: Siasat Jitu Gajah Mada Bikin Ra Kuti Jadi Raja Majapahit hanya Beberapa Hari
Perjalanan berkeliling itu dimaksud untuk menyaksikan sendiri keadaan kehidupan rakyat kecil di desa-desa di wilayah Majapahit.
Kunjungan ini juga sekaligus untuk menyaksikan pelaksanaan amanat beliau sendiri kepada petugas pemerintah pusat di daerah.
Mengingat Hayam Wuruk adalah pribadi yang tak puas dengan hanya menerima laporan saja. Hayam Wuruk ingin menyaksikan sendiri keadaan rakyat di desa-desa yang sulit dikunjungi orang sekalipun. Karena itu Hayam Wuruk kerap kali menelusuri wilayah-wilayah yang sulit diakses, bahkan hingga tepi laut.
Konon perjalanan Hayam Wuruk dan pejabat Majapahit ini kerap memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Blusukan Raja Hayam Wuruk itu pun membuat masyarakat nyaman dan aman.
Sumber:
dok.sindonews/okezone
Biasanya Hayam Wuruk berkunjung ke lokasi tersebut dengan berjalan kaki. Bila tidak ke lokasi tersebut, biasanya Hayam Wuruk suka berkunjung ke Pala untuk melakukan ziarah ke Candi Siwa. Kemudian Hayam Wuruk meneruskan perjalanan menuju Blitar, Jimur, Silaahrit, Polaman, Daha, dan Janggala.
Saat melakukan perjalanan ini biasanya Hayam Wuruk diiringi segenap pembesar-pembesar pemerintah pusat Majapahit.
Tercatat pada tahun 1355 Masehi Hayam Wuruk juga melakukan perjalanan lumayan jauh ke Pajang, kemudian ke Lasem, yang berada di Rembang, Jawa Tengah pada 1354 Masehi.
Hayam Wuruk juga pernah melakukan perjalanan ke pantai selatan pada 1357 Masehi, ia juga pernah melalui hutan terus ke Lodaja, Teto, Sideman, pada 1359 Masehi. Hayam Wuruk juga tercatat pernah mengunjungi Lumajang sekitar bulan Agustus-September 1359 Masehi atau 1281 Saka, pada peninggalan agama Hindu.
Perhatian Hayam Wuruk terhadap desa-desa dan bangunan ternyata juga disambut oleh para penghuni desa dan warga yang didatangi.
Baca juga: Siasat Jitu Gajah Mada Bikin Ra Kuti Jadi Raja Majapahit hanya Beberapa Hari
Perjalanan berkeliling itu dimaksud untuk menyaksikan sendiri keadaan kehidupan rakyat kecil di desa-desa di wilayah Majapahit.
Kunjungan ini juga sekaligus untuk menyaksikan pelaksanaan amanat beliau sendiri kepada petugas pemerintah pusat di daerah.
Mengingat Hayam Wuruk adalah pribadi yang tak puas dengan hanya menerima laporan saja. Hayam Wuruk ingin menyaksikan sendiri keadaan rakyat di desa-desa yang sulit dikunjungi orang sekalipun. Karena itu Hayam Wuruk kerap kali menelusuri wilayah-wilayah yang sulit diakses, bahkan hingga tepi laut.
Konon perjalanan Hayam Wuruk dan pejabat Majapahit ini kerap memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Blusukan Raja Hayam Wuruk itu pun membuat masyarakat nyaman dan aman.
Sumber:
dok.sindonews/okezone
(nic)
Lihat Juga :