Jelang Ramadan, Peziarah Ramai Datangi Pesarean Sunan Ampel Surabaya
Selasa, 21 Maret 2023 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Kendaraan yang masuk dan keluar parkiran lewat jalur yang sama. Mungkin itu sebabnya, begitu lokasi parkir sudah tidak bisa menampung kendaraan, pengelola parkir langsung menerapkan aturan buka tutup.
Sementara itu area parkir yang dituju berada tepat di sisi Masjid Agung Sunan Ampel. Tampak ratusan roda empat dengan plat nopol dari berbagai daerah. Masjid yang di sebelahnya berdiri menara kuno itu dibangun oleh Sunan Ampel atau Raden Rahmat pada tahun 1421.
Raden Rahmat atau Raden Ali Rahmat merupakan Wali Songo tertua yang diyakini berasal dari negeri Campa (Kamboja). Selain sebagai pemuka agama di Ampel Denta, Sunan Ampel juga dikenal sebagai Bupati pertama Surabaya, yakni pada masa Kerajaan Majapahit.
Sunan Ampel menjejakkan kaki di tanah Jawa pada awal dasawarsa keempat abad ke-15. Ia datang bersama ayahnya, yakni Syaikh Ibrahim As-Samarkandi, dan Ali Murtadho atau Ali Musada atau Raden Santri (kakak Sunan Ampel) serta Raden Burereh atau Abu Hurairah (saudara sepupu Sunan Ampel).
Kelancaran Sunan Ampel masuk ke tanah Jawa dan diterima oleh penguasa Majapahit termasuk leluasa menyebarkan Islam di Nusantara, yakni terutama Jawa Timur, tidak lepas dari faktor bibinya.
Bibi Sunan Ampel, yakni Putri Darawati atau Andrawati yang berasal dari negeri Campa merupakan istri Prabu Brawijaya, Raja Majapahit. Pada masa kerajaan Majapahit, Ampel Denta menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa.
Islam oleh Sunan Ampel juga disebarkan melalui jalur pernikahan. Sunan Ampel sendiri menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri Adipati Tuban Arya Teja, yang kemudian menurunkan Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang.
Sementara itu area parkir yang dituju berada tepat di sisi Masjid Agung Sunan Ampel. Tampak ratusan roda empat dengan plat nopol dari berbagai daerah. Masjid yang di sebelahnya berdiri menara kuno itu dibangun oleh Sunan Ampel atau Raden Rahmat pada tahun 1421.
Raden Rahmat atau Raden Ali Rahmat merupakan Wali Songo tertua yang diyakini berasal dari negeri Campa (Kamboja). Selain sebagai pemuka agama di Ampel Denta, Sunan Ampel juga dikenal sebagai Bupati pertama Surabaya, yakni pada masa Kerajaan Majapahit.
Sunan Ampel menjejakkan kaki di tanah Jawa pada awal dasawarsa keempat abad ke-15. Ia datang bersama ayahnya, yakni Syaikh Ibrahim As-Samarkandi, dan Ali Murtadho atau Ali Musada atau Raden Santri (kakak Sunan Ampel) serta Raden Burereh atau Abu Hurairah (saudara sepupu Sunan Ampel).
Kelancaran Sunan Ampel masuk ke tanah Jawa dan diterima oleh penguasa Majapahit termasuk leluasa menyebarkan Islam di Nusantara, yakni terutama Jawa Timur, tidak lepas dari faktor bibinya.
Bibi Sunan Ampel, yakni Putri Darawati atau Andrawati yang berasal dari negeri Campa merupakan istri Prabu Brawijaya, Raja Majapahit. Pada masa kerajaan Majapahit, Ampel Denta menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa.
Islam oleh Sunan Ampel juga disebarkan melalui jalur pernikahan. Sunan Ampel sendiri menikah dengan Nyai Ageng Manila, putri Adipati Tuban Arya Teja, yang kemudian menurunkan Mahdum Ibrahim atau Sunan Bonang.
Lihat Juga :