Swab Ketiga, 54 Karyawan RRI Surabaya Negatif COVID-19
Sabtu, 18 Juli 2020 - 11:35 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Sekitar 54 Karyawan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Surabaya telah melakukan uji swab ketiga. Hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif COVID-19.
Menurut Kepala Stasiun LPP RRI Surabaya, Sumarlina, hasil ini menjadi kabar yang menggembirakan setelah beberapa waktu lalu hasil swab yang dilakukan penuh ketidakpastian.
(Baca juga: Hasil Invalid Swab di Surabaya Mencapai 280 Orang )
Pada swab pertama, dari 130 karyawan 54 orang dinyatakan positif. Sedangkan di swab kedua semua negatif. "Sekarang ini hasil swab ketiga sudah keluar dan juga memperkuat swab kedua," katanya, Sabtu (18/7/2020).
Sumarlina menjelaskan, hasil swab positif 54 karyawan itu berdasarkan tes swab pertama yang dilakukan 26 Juni 2020, yang hasilnya baru diketahui 11 Juli 2020, atau lebih dari dua pekan.
Menurutnya, swab pertama inilah yang menjadi pangkal permasalahan, apalagi seluruh karyawan sudah melakukan swab kedua yang hasilnya negatif. "Kami tidak tahu apakah data atau hasil swab pertama itu rusak atau tidak. Namun saya menyerahkan permasalahan ini pada Dinas Kesehatan Surabaya," imbuhnya.
(Baca juga: Yayasan Stapa Center Bantu Jatim Alat PCR Terlengkap )
Menurut Kepala Stasiun LPP RRI Surabaya, Sumarlina, hasil ini menjadi kabar yang menggembirakan setelah beberapa waktu lalu hasil swab yang dilakukan penuh ketidakpastian.
(Baca juga: Hasil Invalid Swab di Surabaya Mencapai 280 Orang )
Pada swab pertama, dari 130 karyawan 54 orang dinyatakan positif. Sedangkan di swab kedua semua negatif. "Sekarang ini hasil swab ketiga sudah keluar dan juga memperkuat swab kedua," katanya, Sabtu (18/7/2020).
Sumarlina menjelaskan, hasil swab positif 54 karyawan itu berdasarkan tes swab pertama yang dilakukan 26 Juni 2020, yang hasilnya baru diketahui 11 Juli 2020, atau lebih dari dua pekan.
Menurutnya, swab pertama inilah yang menjadi pangkal permasalahan, apalagi seluruh karyawan sudah melakukan swab kedua yang hasilnya negatif. "Kami tidak tahu apakah data atau hasil swab pertama itu rusak atau tidak. Namun saya menyerahkan permasalahan ini pada Dinas Kesehatan Surabaya," imbuhnya.
(Baca juga: Yayasan Stapa Center Bantu Jatim Alat PCR Terlengkap )
Lihat Juga :