RS Siloam Balikpapan Ajak Masyarakat Rajin Latih Kebugaran Fisik

Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:38 WIB
loading...
A A A
Tidak hanya itu, latihan fisik juga akan memperlambat proses penuaan karena lancarnya aliran darah dan metabolisme yang bekerja dengan baik saat latihan fisik. “Terakhir, manfaat latihan fisik adalah mencegah kelemahan otot, baik otot jantung maupun organ lainnya di seluruh tubuh,” pungkas dia.

Dr Stephanie menyebutkan banyak yang harus diperhatikan saat menjalankan latihan fisik yang aman di masa pandemi. Untuk latihan fisik dalam ruangan, harus diperhatikan ventilasi dan sirkulasi udara yang cukup, latihan cukup tidak berlebihan, dalam kondisi fit, hidrasi baik, tidak merokok, tidak menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan harus bisa menyerap keringat, gunakan sepatu yang tepat, dan penerangan yang baik.

Sedangkan bagi yang ingin menjalankan latihan fisik di luar ruangan, sama seperti di dalam ruangan protokol kesehatan pun harus diterapkan. “Bedanya sebaiknya tidak mengunjungi tempat keramaian, tidak menghadiri kumpulan sosial, lakukan sendirian atau bersama keluarga saja. Paling banyak maksimal 2 orang, dan jaga jarak. Jangan lupa bawa handuk dan masker pribadi, dan handsanitizer,” jelasnya,

Lebih lanjut dr Stephanie menyebutkan prinsip latihan fisik yang dilakukan selama pandemi sebaiknya dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Untuk durasi, sebaiknya dilakukan minimal 30 menit, dengan melakukan berbagai tahapan pemanasan selama lima menit, inti selama 20-35 menit, dan pendinginan selama 5 menit. Semua tahapan ini tidak boleh dihilangkan. Sebab, pemanasan sangat berguna untuk mempersiapkan semua badan, baik sendi, otot, tulang, dan metabolisme sebelum menjalankan latihan fisik. Sedangkan, pendingin mengurangi risiko cedera setelah latihan berat.

Sementara itu, lanjut dia, intensitas latihan fisik yang disarankan adalah rendah dan sedang. Artinya, batas denyut nadi yang diperbolehkan adalah 40-85% dari denyut nadi maksimal. Untuk menghitung denyut nadi maksimal adalah adalah 220 dikurangi usia. Misalnya, usia 20 tahun, denyut nadi maksimalnya adalah 200, sedangkan untuk latihan rendah dan sedangkan adalah 40-85% dari 200 itu. “Tidak hanya itu, tipe latihan fisik disarankan untuk melakukan yang bervariasi, mulai dari aerobik, penguatan tubuh, fleksibilitas, dan keseimbangan,” tutup dr Stephanie.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siloam Hospital Balikpapan...
Siloam Hospital Balikpapan Sukses Operasi Bypas Jantung Koroner Pertama
Begini Cara Siloam Hospitals...
Begini Cara Siloam Hospitals Balikpapan Tangani Keloid Bekas Luka
Rekomendasi
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
Berita Terkini
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Pramono Ungkap Alphard...
Pramono Ungkap Alphard Penerobos Lampu Merah di Bundaran HI Pakai Pelat Palsu
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Infografis
Ukraina Latih Pemberontak...
Ukraina Latih Pemberontak Suriah untuk Operasikan Drone
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved