54 Karyawan RRI Surabaya Uji Swab Ketiga, Ini Hasilnya

Jum'at, 17 Juli 2020 - 19:53 WIB
loading...
54 Karyawan RRI Surabaya...
Sebanyak 54 Karyawan RRI Surabaya, Jawa Timur telah melakukan uji swab ke tiga. Hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif COVID-19. Foto/IlustrasiSINDOnews.dok
A A A
SURABAYA - Sebanyak 54 Karyawan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya , Jawa Timur telah melakukan uji swab ke tiga. Hasilnya seluruhnya dinyatakan negatif COVID-19 .

Kepala Stasiun LPP RRI Surabaya, Sumarlina menjelaskan, hasil ini menjadi kabar yang mengembirakan setelah beberapa waktu lalu hasil swab yang dilakukan penuh ketidak pastian. (Baca juga: Geger, Bocah Perempuan Ditemukan Tewas Dalam Toren Air Rumahnya)

Sumarlina memaparkan hasil uji swab pertama karyawan RRI yang dilakukan pada 26 Juni 2020 lalu 54 karyawan itu positif COVID-19. Hasilnya baru diketahui 11 Juli 2020, atau lebih dari dua pekan. "Hasil swab pertama inilah yang menjadi pangkal permasalahan. Namun seluruh karyawan sudah melakukan swab kedua dan ketiga yang hasilnya negatif COVID-19," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (17/7/2020). (Baca juga: Harta Tak Dibawa Mati, Ibu Berkursi Roda Diseret ke Pengadilan)

Sumarlina tidak tahu apakah data atau hasil swab pertama itu rusak atau tidak. Namun demikian ia menyerahkan permasalahan ini pada Dinas Kesehatan Surabaya. RRI Surabaya memutuskan untuk melakukan swab ke dua pada 6 Juli 2020, lantaran hasil tes swab pertama tidak keluar juga. Dari hasil swab ke dua itu semua pegawai RRI Surabaya negatif dari paparan COVID-19. (Baca juga: 54 Karyawan Positif COVID-19, RRI Surabaya Lockdown Hingga Akhir Bulan)

Lantaran ada perbedaan hasil antara swab satu dan kedua, akhirnya sebanyak 54 karyawan di swab ulang karena berdasarkan hasil swab satu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. "Alhamdulillah kami mengucap syukur pada Allah SWT. Ya benar hari ini kami telah menerima hasil swab ke tiga, hasilnya seluruh karyawan negatif. Ini semakin menguatkan kita karena hasil sebelumnya yakni swab kedua juga negatif," ungkap Sumarlina.

Dua hasil negatif ini sekaligus mengkonfirmasi kebingungan data yang terjadi pada swab pertama yang menyebut 54 pegawai RRI positif. "Hasil swab ke tiga ini kami harapkan bisa menjadi konfirmasi bahwa pegawai RRI Surabaya memang negatif COVID-19, seperti hasil swab ke dua," tegas Sumarlina.

Selain itu, dia juga berharap, hasil swab ke tiga ini bisa mengkonfirmasi berita-berita mengagetkan sebelumnya, yang menyebut 54 pegawai RRI Surabaya positif COVID-19. Karena dampak pemberitaan pada pegawai RRI sangatlah besar.

Dalam kesempatan ini, Sumarlina mengajak semua pihak untuk mempunyai empaty dan suport. Sebab stigma yang muncul ditengah masyarakat terkait COVID-19 masih tinggi. Ia menceritakan, bagaimana imbas pemberitaan tentang COVID-19 banyak orang terdampak.

"Karyawan RRI hasil swab satu dan kedua negatif, tapi karena pemberitaan yang masih tentang 54 positif COVID-19, ia sampai diusir dari kos-kosannya. Belum kecurigaan tetanga-tetangga. Jadi media harus mencerahkan juga jangan menjadi viral yang imbasnya sangat berdampak terhadap keluarga dan masyarakat sekitar," terangnya.

Bagi RRI, kata Sumarlina, uji swab langkah baik sebagai bentuk transparansi. Hal ini sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk mengambil tindakan secepatnya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dengan meminta tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan rapid test. "Dengan demikian kita bisa sama-sama saling jaga, karena ini menjadi tantangan yang harus kita hadapi," terang Sumarlina.

RRI Surabaya tetap akan menutup kantornya selama 2 minggu kedepan sesuai protokol kesehatan. Penutupan itu kata Kepala RRI Surabaya, untuk menguatkan hasil negatif swab terakhir, bahwa pegawai RRI Surabaya sudah bebas COVID-19.

Dia berharap, hasil swab ke-3 ini juga bisa menjadi jawaban untuk seluruh masyarakat Indonesia, bahwa pegawai RRI Surabaya yang tetap melaksanakan operasional selama masa pandemi ini, dan negatif dari virus COVID-19.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Tersangka Korupsi APD...
Tersangka Korupsi APD Covid-19, Kadinkes Sumut Ditangkap Kejaksaan
Sandiaga Uno Minta Warga...
Sandiaga Uno Minta Warga Cianjur Jaga Prokes usai Kasus Covid-19 Meningkat
Perubahan Iklim Disebut...
Perubahan Iklim Disebut Komnas HAM Jadi Krisis Terberat usai Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Berita Terkini
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved