4 Desa di Natuna Diterjang Banjir, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Senin, 06 Maret 2023 - 01:49 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Koramil, dan Polsek setempat, disebutkan penanganan banjir masih mampu diatasi petugas di tingkat kecamatan. Selain banjir, juga terjadi longsor," ujar Raja Darmika.
Dari ratusan rumah yang terdampak, diketahui satu rumah warga Desa Payak, rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada Minggu (6/3/2023) pagi. "BPBD terus mendata terkait dampak kejadian longsor dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir, di Serasan, dan Serasan Timur," ujarnya.
Kepala BMKG Natuna, Foriomex Hutagalung menyampaikan kewaspadaan cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna, pada 5-8 Maret 2023. "Ada gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis 98 s dengan tekanan 1009 mb, dan kecepatan angin 20 knot yang terpantau di Laut Natuna, sebelah barat daya Pontianak, bergerak perlahan ke arah barat," ujarnya.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis tersebut, menurut Foriomex, mengakibatkan peningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Natuna, khususnya pada periode 5-8 Maret 2023.
Dia juga menambahkan, kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Natuna. Khususnya di Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan, dan Bunguran Timur Laut.
Dari ratusan rumah yang terdampak, diketahui satu rumah warga Desa Payak, rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada Minggu (6/3/2023) pagi. "BPBD terus mendata terkait dampak kejadian longsor dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir, di Serasan, dan Serasan Timur," ujarnya.
Kepala BMKG Natuna, Foriomex Hutagalung menyampaikan kewaspadaan cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna, pada 5-8 Maret 2023. "Ada gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis 98 s dengan tekanan 1009 mb, dan kecepatan angin 20 knot yang terpantau di Laut Natuna, sebelah barat daya Pontianak, bergerak perlahan ke arah barat," ujarnya.
Baca juga: Fantastis! Gara-gara Laporan Pajak, 2 Pengusaha Yogyakarta Didenda Rp100 Miliar
Gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis tersebut, menurut Foriomex, mengakibatkan peningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Natuna, khususnya pada periode 5-8 Maret 2023.
Dia juga menambahkan, kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Natuna. Khususnya di Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan, dan Bunguran Timur Laut.
Lihat Juga :