Profil Raja Aibon Kogila, Komandan Pasukan Tengkorak Kostrad di Sarang KKB Papua
Minggu, 05 Maret 2023 - 16:51 WIB
loading...
A
A
A
“Selaku Dansatgas mewakili seluruh prajurit mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karawang yang sudah menyempatkan waktunya untuk berkunjung dan berkenan menjadi Irup untuk melepas seluruh prajurit yang akan berangkat melaksanakan tugas operasi. Ini merupakan suatu kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Karawang kepada Satgas Yonif Para Raider 305 Kostrad dan hal ini merupakan dukungan moril tersendiri bagi kami sehingga kami lebih siap untuk melaksanakan tugas ke Papua,” tutur Ardiansyah dikutip dari laman resmi Kostrad.
Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak telah malang-melintang di medan tempur. Sejak perang kemerdekaan melawan upaya kembalinya Belanda menguasai Indonesia, Pasukan Tengkorak juga menghadapi berbagai pemberontakan di dalam negeri. Pasukan Tengkorak terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII dan penyelamatan Panji SIliwangi pada 1949, juga Operasi PRRI/Permesta pada 1950, Operasi Dwikora pada 1964-1965, penumpasan G30S/PKI tahun 1965, penumpasan PGRS PARAKU Kalbar tahun 1968, hingga penumpasan Gerakan Aceh Merdeka pada 2002.
Baca juga: Mengenal Sosok Maruli Simanjuntak, Jenderal Bintang 3 Pangkostrad
Pasukan Tengkorak juga dikirim ke Timor Timur dalam Operasi Seroja. Pasukan bertugas pada 1976-1977, 1980-1981, 1986-1987, dan 1994-1995 sebelum akhirnya lepas dari Indonesia pada 1999. Selain itu, Pasukan Tengkorak juga ditugaskan dalam misi internasional sebagai pasukan perdamaian PBB. Mereka terlibat Operasi Perdamaian di Kamboja sebagai Pasukan Garuda XII-A sampai dengan C pada 1992, Operasi Perdamaian di Lebanon sebagai Pasukan Garuda XXIII-A pada 2006-2007, juga Operasi Perdamaian di Lebanon pada 2015-2016.
Selama di Papua, berbagai gebrakan dilakukan Raja Aibon Kogila. Selain gagah berani memburu gerombolan teroris/separatis KKB, Raja Aibon dan para Ksatria Tengkorak terus menggelorakan sentuhan kemanusiaan untuk masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya.
Pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak telah malang-melintang di medan tempur. Sejak perang kemerdekaan melawan upaya kembalinya Belanda menguasai Indonesia, Pasukan Tengkorak juga menghadapi berbagai pemberontakan di dalam negeri. Pasukan Tengkorak terlibat dalam operasi penumpasan DI/TII dan penyelamatan Panji SIliwangi pada 1949, juga Operasi PRRI/Permesta pada 1950, Operasi Dwikora pada 1964-1965, penumpasan G30S/PKI tahun 1965, penumpasan PGRS PARAKU Kalbar tahun 1968, hingga penumpasan Gerakan Aceh Merdeka pada 2002.
Baca juga: Mengenal Sosok Maruli Simanjuntak, Jenderal Bintang 3 Pangkostrad
Pasukan Tengkorak juga dikirim ke Timor Timur dalam Operasi Seroja. Pasukan bertugas pada 1976-1977, 1980-1981, 1986-1987, dan 1994-1995 sebelum akhirnya lepas dari Indonesia pada 1999. Selain itu, Pasukan Tengkorak juga ditugaskan dalam misi internasional sebagai pasukan perdamaian PBB. Mereka terlibat Operasi Perdamaian di Kamboja sebagai Pasukan Garuda XII-A sampai dengan C pada 1992, Operasi Perdamaian di Lebanon sebagai Pasukan Garuda XXIII-A pada 2006-2007, juga Operasi Perdamaian di Lebanon pada 2015-2016.
Selama di Papua, berbagai gebrakan dilakukan Raja Aibon Kogila. Selain gagah berani memburu gerombolan teroris/separatis KKB, Raja Aibon dan para Ksatria Tengkorak terus menggelorakan sentuhan kemanusiaan untuk masyarakat Papua, khususnya di Intan Jaya.
Lihat Juga :