Klarifikasi BMKG soal Pesan Berantai Besok Sulut dan Malut Diguncang Gempa Disertai Tsunami
Kamis, 02 Maret 2023 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
"Artinya, karena pergerakan lempeng atau sesar sebagai penyebab utama (driving forces) masih terus bergerak, dan akumulasi energinya masih melebih kemampuan dari kekuatan batuannya, batuan yang rapuh di sekitar pusat gempa bumi masih akan terus terdeformasi (terbentuk atau tertata) kembali sampai mencapai formasi ideal yang persinggungan baru yang dapat mengumpulkan (mengakumulasi) kembali energi ini," tutur Mengko.
Dengan mengasumsikan kekuatan batuan di sekitar wilayah pusat gempa bumi adalah konstan atau tetap menurut periode waktu, informasi di atas dapat menjelaskan mengenai bagaimana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang besar memiliki periode pengulangan kejadian yang jauh lebih lama dibandingkan dengan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang lebih kecil.
Baca juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Tuban, Pernah Dipimpin Ronggolawe dan Jadi Pusat Perdagangan Majapahit
"Sederhananya untuk membangun akumulasi atau penumpukan energi yang besar, dibutuhkan waktu yang lebih lama atau jauh lebih lama," ujarnya. Sulut berada di wilayah yang rawan gempa bumi. Setiap hari wilayah ini terjadi gempa bumi, tetapi tidak semua gempa guncangannya dirasakan oleh manusia.
Situasi tatanan geo-tektonik di wilayah Sulut yang diapit oleh beberapa lempeng tektonik dan dilewati oleh beberapa patahan (sesar), menyebabkan tingginya aktivitas kegempaan di Sulut.
Penelitian tentang prediksi gempa bumi terus berkembang, dan sampai saat ini belum ada ilmuan yang berhasil dengan sukses memprediksi kejadian gempa bumi, tanggal kejadiannya, waktu, dan lokasi tepatnya.
Baca juga: Kisah Pilu Ronggolawe, Prajurit Pemberani Majapahit tapi Berakhir Tragis
Dengan mengasumsikan kekuatan batuan di sekitar wilayah pusat gempa bumi adalah konstan atau tetap menurut periode waktu, informasi di atas dapat menjelaskan mengenai bagaimana gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang besar memiliki periode pengulangan kejadian yang jauh lebih lama dibandingkan dengan gempa bumi dengan kekuatan magnitudo yang lebih kecil.
Baca juga: Asal Usul Nama dan Sejarah Tuban, Pernah Dipimpin Ronggolawe dan Jadi Pusat Perdagangan Majapahit
"Sederhananya untuk membangun akumulasi atau penumpukan energi yang besar, dibutuhkan waktu yang lebih lama atau jauh lebih lama," ujarnya. Sulut berada di wilayah yang rawan gempa bumi. Setiap hari wilayah ini terjadi gempa bumi, tetapi tidak semua gempa guncangannya dirasakan oleh manusia.
Situasi tatanan geo-tektonik di wilayah Sulut yang diapit oleh beberapa lempeng tektonik dan dilewati oleh beberapa patahan (sesar), menyebabkan tingginya aktivitas kegempaan di Sulut.
Penelitian tentang prediksi gempa bumi terus berkembang, dan sampai saat ini belum ada ilmuan yang berhasil dengan sukses memprediksi kejadian gempa bumi, tanggal kejadiannya, waktu, dan lokasi tepatnya.
Baca juga: Kisah Pilu Ronggolawe, Prajurit Pemberani Majapahit tapi Berakhir Tragis
Lihat Juga :