Klarifikasi BMKG soal Pesan Berantai Besok Sulut dan Malut Diguncang Gempa Disertai Tsunami
Kamis, 02 Maret 2023 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
"Kami di BMKG juga melakukan penelitian tentang bagaimana mengembangkan prediksi gempa bumi ini, tapi akurasi kajian kegempaan ini masih belum bisa mencapai hasil yang memuaskan dan belum dapat dipertanggungjawabkan, dan saat ini perkembangannya masih terus berupa kajian," ucap Mengko
Hal yang sama juga dialami oleh banyak peneliti dalam bidang prediksi gempa bumi. Sampai dengan saat ini belum ada artikel ilmiah yang terbit dengan tingkat akurasi prediksi kejadian gempa bumi yang dapat diadopsi untuk hasilnya dapat digunakan secara resmi.
Mengenai video beredar yang menyebutkan ada ilmuan dari luar Indonesia yang menyatakan bahwa gempa bumi akan terjadi di wilayah Sulut, pada Senin (6/3/2023), menurut Mengko, gempa bumi terjadi setiap hari di wilayah Sulut, karena tatanan tektoniknya, tetapi tidak semua gempa dirasakan guncangannya.
Baca juga: Misteri Kolam Segaran, Kolam Kuno Peninggalan Majapahit yang Menyimpan Harta Karun
Gempa bumi dengan kekuatan besar yang pernah terjadi, dapat terjadi kembali jika akumulasi atau penumpukan energinya sudah melebihi kekuatan kemampuan kekuatan batuan di sekitarnya.
Pada intinya, belum ada hasil penelitian ilmiah mengenai prediksi gempa bumi yang sudah dapat diadopsi untuk dapat digunakan secara resmi. Gempa bumi belum dapat diprediksi dengan tepat di mana lokasi, tanggal, waktu, dan kekuatan magnitudo, serta tingkat intensitas guncangannya.
"Wilayah Sulut yang rawan gempa, menyebabkan kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Yakni membuat jalur evakuasi, mengetahui dan melatih secara rutin tindakan penyelamatan jika misalnya terjadi gempa bumi dengan kekuatan signifikan dan diikuti ancaman tsunami. Memeriksa, memastikan dan membangun stuktur bangunan rumah serta gedung yang tahan gempa bumi," pungkasnya.
Hal yang sama juga dialami oleh banyak peneliti dalam bidang prediksi gempa bumi. Sampai dengan saat ini belum ada artikel ilmiah yang terbit dengan tingkat akurasi prediksi kejadian gempa bumi yang dapat diadopsi untuk hasilnya dapat digunakan secara resmi.
Mengenai video beredar yang menyebutkan ada ilmuan dari luar Indonesia yang menyatakan bahwa gempa bumi akan terjadi di wilayah Sulut, pada Senin (6/3/2023), menurut Mengko, gempa bumi terjadi setiap hari di wilayah Sulut, karena tatanan tektoniknya, tetapi tidak semua gempa dirasakan guncangannya.
Baca juga: Misteri Kolam Segaran, Kolam Kuno Peninggalan Majapahit yang Menyimpan Harta Karun
Gempa bumi dengan kekuatan besar yang pernah terjadi, dapat terjadi kembali jika akumulasi atau penumpukan energinya sudah melebihi kekuatan kemampuan kekuatan batuan di sekitarnya.
Pada intinya, belum ada hasil penelitian ilmiah mengenai prediksi gempa bumi yang sudah dapat diadopsi untuk dapat digunakan secara resmi. Gempa bumi belum dapat diprediksi dengan tepat di mana lokasi, tanggal, waktu, dan kekuatan magnitudo, serta tingkat intensitas guncangannya.
"Wilayah Sulut yang rawan gempa, menyebabkan kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan. Yakni membuat jalur evakuasi, mengetahui dan melatih secara rutin tindakan penyelamatan jika misalnya terjadi gempa bumi dengan kekuatan signifikan dan diikuti ancaman tsunami. Memeriksa, memastikan dan membangun stuktur bangunan rumah serta gedung yang tahan gempa bumi," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :