Awas! Gelombang Laut Setinggi 9 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Natuna dan Anambas
Senin, 27 Februari 2023 - 02:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk jenis kapal tongkang waspada dengan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, serta kapal feri waspada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Sedangkan untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu waspada dan memperhatikan jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
Baca juga: Perumahan Mewah Berhias Tugu Yogyakarta di Manado, Diduga Ladang Bisnis Rafael Alun
BMKG juga memberikan peringatan terjadinya gelombang tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di utara Anambas, dan utara serta barat Natuna, hingga perairan Pulau Midai, perairan Kepulauan Subi, dan Serasan.
Angin Monsun Asia, menurut BMKG menjadi pemicu gelombang laut tinggi di wilayah kepri. Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Diana Siregar mengatakan Monsun Asia diprediksi aktif hingga pertengahan Maret 2023.
Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak. Monsun Asia tidak hanya menyebabkan gelombang tinggi, melainkan juga angin kencang dan hujan deras. "Kecepatan angin saat ini mencapai 35 kilometer per jam," katanya.
Baca juga: Kisah Oey Tambahsia, Anak Pejabat yang Sombong Suka Pamer Harta dan Main Perempuan hingga Tewas Digantung
Sedangkan untuk kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar, perlu waspada dan memperhatikan jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
Baca juga: Perumahan Mewah Berhias Tugu Yogyakarta di Manado, Diduga Ladang Bisnis Rafael Alun
BMKG juga memberikan peringatan terjadinya gelombang tinggi 4-6 meter berpeluang terjadi di utara Anambas, dan utara serta barat Natuna, hingga perairan Pulau Midai, perairan Kepulauan Subi, dan Serasan.
Angin Monsun Asia, menurut BMKG menjadi pemicu gelombang laut tinggi di wilayah kepri. Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Diana Siregar mengatakan Monsun Asia diprediksi aktif hingga pertengahan Maret 2023.
Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak. Monsun Asia tidak hanya menyebabkan gelombang tinggi, melainkan juga angin kencang dan hujan deras. "Kecepatan angin saat ini mencapai 35 kilometer per jam," katanya.
Baca juga: Kisah Oey Tambahsia, Anak Pejabat yang Sombong Suka Pamer Harta dan Main Perempuan hingga Tewas Digantung
Lihat Juga :