Kisah Oey Tambahsia, Anak Pejabat yang Sombong Suka Pamer Harta dan Main Perempuan hingga Tewas Digantung
Jum'at, 24 Februari 2023 - 18:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 10 Tewas dan 18 Terluka Gara-gara Hoaks di Wamena, Ini Pesan Kapolda Papua
Kemanapun pergi, kaki tangan pemuda yang masih anak baru gede (ABG) itu selalu mengikuti. "Setiap pagi dan sore, ia berkeliling kota dengan kudanya. Kepalanya dihiasi topi karpus sutra dan berpakaian necis model China," demikian dikutip dari buku Bukan Tabu di Nusantara (2018).
Selain berwajah rupawan, Oey Tambahsia juga dikenal sebagai pemuda yang tajir. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia memperoleh warisan kekayaan yang besar tanpa harus bekerja keras.
Tabiat sombong Oey Tambahsia untuk pamer kekayaan menghebohkan Batavia. Untuk memperlihatkan betapa kaya dirinya, Tambahsia memiliki kebiasaan mengelap kotorannya dengan lembaran uang.
Setiap kali usai buang hajat di kali Toko Tiga depan rumahnya, ia selalu membersihkan dengan lembaran uang kertas. Uang yang kotor dan bau itu lantas dibuangnya begitu saja dan menimbulkan keributan, sebab menjadi rebutan warga.
Dalam buku Bukan Tabu di Nusantara, disebutkan seiap pagi selalu terjadi perkelahian orang-orang yang memperebutkan lembaran uang kertas bekas untuk membersihkan kotoran Oey Tambahsia.
Baca juga: Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI
Namun yang bikin meresahkan adalah, tabiat buruk Oey Tambahsia soal perempuan. Oey Tambahsia seorang mata keranjang, sekaligus hidung belang. Meski masih ABG, ia suka menganggu anak gadis dan bahkan mengajak serong istri orang.
Untuk mewujudkan keinginannya, Oey Tambahsia mengandalkan kekayaan yang dimiliki, serta tak segan melakukan kekerasan. Seorang perempuan cantik, istri pedagang kelontong di Tongkangan, pernah diembatnya.
Istri orang itu ia kencani di Bintang Mas, yakni rumah peristirahatannya di wilayah Ancol. Sang suami sempat marah, namun juga tidak berdaya. Perburuan perempuan cantik tak berhenti dilakukan. Di atas punggung kuda blasteran Sandelwood-Arab, matanya jelatatan menyusuri jalan dan perkampungan di sekitaran Betawi.
Mulai kawasan Glodok, hingga Pasar Ikan disisirnya. Ia meluaskan area perburuan perempuan hingga kampung Pasar Baru, dan Senen. Di Gang Kenanga Senen, Oey Tambahsia tak sengaja melihat perawan cantik yang membuatnya terkesan.
Kemanapun pergi, kaki tangan pemuda yang masih anak baru gede (ABG) itu selalu mengikuti. "Setiap pagi dan sore, ia berkeliling kota dengan kudanya. Kepalanya dihiasi topi karpus sutra dan berpakaian necis model China," demikian dikutip dari buku Bukan Tabu di Nusantara (2018).
Selain berwajah rupawan, Oey Tambahsia juga dikenal sebagai pemuda yang tajir. Setelah ayahnya meninggal dunia, ia memperoleh warisan kekayaan yang besar tanpa harus bekerja keras.
Tabiat sombong Oey Tambahsia untuk pamer kekayaan menghebohkan Batavia. Untuk memperlihatkan betapa kaya dirinya, Tambahsia memiliki kebiasaan mengelap kotorannya dengan lembaran uang.
Setiap kali usai buang hajat di kali Toko Tiga depan rumahnya, ia selalu membersihkan dengan lembaran uang kertas. Uang yang kotor dan bau itu lantas dibuangnya begitu saja dan menimbulkan keributan, sebab menjadi rebutan warga.
Dalam buku Bukan Tabu di Nusantara, disebutkan seiap pagi selalu terjadi perkelahian orang-orang yang memperebutkan lembaran uang kertas bekas untuk membersihkan kotoran Oey Tambahsia.
Baca juga: Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI
Namun yang bikin meresahkan adalah, tabiat buruk Oey Tambahsia soal perempuan. Oey Tambahsia seorang mata keranjang, sekaligus hidung belang. Meski masih ABG, ia suka menganggu anak gadis dan bahkan mengajak serong istri orang.
Untuk mewujudkan keinginannya, Oey Tambahsia mengandalkan kekayaan yang dimiliki, serta tak segan melakukan kekerasan. Seorang perempuan cantik, istri pedagang kelontong di Tongkangan, pernah diembatnya.
Istri orang itu ia kencani di Bintang Mas, yakni rumah peristirahatannya di wilayah Ancol. Sang suami sempat marah, namun juga tidak berdaya. Perburuan perempuan cantik tak berhenti dilakukan. Di atas punggung kuda blasteran Sandelwood-Arab, matanya jelatatan menyusuri jalan dan perkampungan di sekitaran Betawi.
Mulai kawasan Glodok, hingga Pasar Ikan disisirnya. Ia meluaskan area perburuan perempuan hingga kampung Pasar Baru, dan Senen. Di Gang Kenanga Senen, Oey Tambahsia tak sengaja melihat perawan cantik yang membuatnya terkesan.
Lihat Juga :