Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI
Rabu, 22 Februari 2023 - 10:21 WIB
loading...
Gambar-gambar yang menunjukkan kemegahan Candi Borobudur di masa lalu, yang dibuat dan diunggah oleh akun Instagram @ainusantara, dengan menggunakan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Foto/Instagram/@ainusantara
A
A
A
Di tengah danau yang tenang dan sangat luas dan penub ketenangan, susunan batu itu berdiri dengan begitu megah. Air jernih yang mengelilinginya, membuat susunan batu menjulang tinggi yang kini dikenal dengan nama Candi Borobudur itu, terlihat anggun.
Baca juga: Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
Layaknya bunga teratai yang bermekaran di tengah kolam air, Candi Borobudur terlihat secantik teratai yang berselimut kabut di lembah hijau penuh kedamaian. Sejumlah biksu begitu khusyuk memanjatkan doa-doa, duduk bersila di antara susunan batu berbentuk stupa.
Citra kemegahan Candi Borobudur di masa awal berdirinya itu, mampu dihadirkan kembali oleh @ainusantara melalui sebuah karya memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Berbagai foto hasil AI yang menggambarkan kemegahan Candi Borobudur, disajikan akun @ainusantara di Instagram.
Baca juga: Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence
Belasan gambar tentang kondisi Candi Borobudur, dihadirkan akun @ainusantara, layaknya kondisi di masa lampau. Candi Borobudur berdiri megah di tengah danau purba yang luas, lengkap dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya, serta aktifitas gajah dan para biksu.
Melansir dari situs kebudayaan.kemdikbud.go.id stupa yang hingga kini masih berdiri megah di Candi Borobudur, merupakan lambang dari agama Budha yang berbentuk mangkuk terbalik, dengan bentuk persegi empat dan atau segi delapan (harmika), serta bentuk tongkat di atasnya.
Stupa pada Candi Borobudur juga sering disebut berbentuk genta atau lonceng. Pada Candi Borobudur terdapat stupa induk, yang berada di puncak candi dan memiliki ukuran paling besar, yakni berdiameter 9,9 meter, dan tinggi 7 meter. Selain stupa induk, terdapat stupa teras dan stupa-stupa kecil sebagai ornamen tubuh candi atau sering juga disebut sebagai pagar langkan.
![Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI]()
Candi Borobudur yang terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, memiliki panjang 121,66 meter, lebar 121,38 meter, dan tinggi 35,40 meter. Bangunan candi terdiri dari sembilan teras berundak, yakni enam teras berbentuk persegi, dan tiga teras berbentuk lingkaran.
Dalam laman borobudurpark.com, disebutkan Candi Borobudur dibangun dengan gaya Mandala, yakni gambaran tentang alam semesta menurut kepercayaan Buddha. Pada Candi Borobudur ada beberapa zona, yakni Kamadhatu, Arupadhatu, dan Arupadhatu.
Pada zona Kamadhatu yang terdiri dari 160 relief, digambarkan kondisi alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang. Relief-relief itu menjelaskan tentang Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab akibat, serta menggambarkan mengenai sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.
Baca juga: Tangan Dingin Trah Majapahit, Bangun Pasukan Intelijen Mataram Dom Sumurup Ing Banyu untuk Bunuh Jenderal VOC
Zona Rupadhatu terdapat 328 patung Budha serta 1.300 relief berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka, dan Awadana. Pantung dan relief yang membentang sepanjang 2,5 km dan terdiri dari 1.212 panel tersebut, menggambarkan tentang alam peralihan, di mana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia.
Pada zona puncat atau tertinggi, terdapat Zona Arupadhatu yang menggambarkan tentang alam tertinggi, yakni rumah Tuhan, atau surga. Pada Candi Borobudur, zona ini terdapat tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke stupa paling besar. Di stupa paling besar yang ada di puncak candi, tidak terdapat hiasan apapun yang diartikan sebagai gambaran kemurnian paling tinggi.
Siapa sangka, Candi Borobudur ini ternyata ditemukan oleh Kapiten China, Tan Jin Sing, atau dikenal dengan nama Raden Luar, yang kemudian menjadi Bupati Jogjakarta, bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Secodiningrat. Dalam laman budaya.jogjaprov.go.id, disebutkan Tan Jin Sing sebagai pembuka jalan penemuan Candi Borobudur yang telah terkubur berabad-abad lamanya.
![Dibangun Dinasti Sailendra dan Ditemukan Adipati Yogyakarta Tan Jin Sing, Begini Kemegahan Candi Borobudur Hasil Pencitaraan AI]()
Menurut TS Werdoyo dalam bukunya yang berjudul "Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina Sampai Bupati Yogyakarta" disebutkan, jalan penemuan Candi Borobudur itu terbuka, saat Tan Jin Sing berkunjung ke Rumah Residen Inggris di Jogjakarta, John Crawfurd pada 3 Agustus 1812.
Dalam kunjungan itu, Tan Jin Sing ternyata juga bertemu dengan atasan John Crawfurd, yakni Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Saat bertemu Raffles, Tan Jin Sing akhirnya mengetahui Raffles memiliki ketertarikan dengan candi-candi yang ada di Jawa.
Bahkan, saat itu Raffles menyebut telah melihat Candi Prambanan, dan menyatakan ingin meneliti candi-candi yang ada di Jawa. Mendengar itu, Tan Jin Sing juga menceritakan jika salah satu mandornya pernah melihat candi besar di Desa Bumisegoro, yang lokasinya berada di dekat Muntilan.
Baca juga: Pembangunan Candi Borobudur Dimulai Rakai Panangkaran Diselesaikan Samaratungga
Layaknya bunga teratai yang bermekaran di tengah kolam air, Candi Borobudur terlihat secantik teratai yang berselimut kabut di lembah hijau penuh kedamaian. Sejumlah biksu begitu khusyuk memanjatkan doa-doa, duduk bersila di antara susunan batu berbentuk stupa.
Citra kemegahan Candi Borobudur di masa awal berdirinya itu, mampu dihadirkan kembali oleh @ainusantara melalui sebuah karya memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Berbagai foto hasil AI yang menggambarkan kemegahan Candi Borobudur, disajikan akun @ainusantara di Instagram.
Baca juga: Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence
Belasan gambar tentang kondisi Candi Borobudur, dihadirkan akun @ainusantara, layaknya kondisi di masa lampau. Candi Borobudur berdiri megah di tengah danau purba yang luas, lengkap dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya, serta aktifitas gajah dan para biksu.
Melansir dari situs kebudayaan.kemdikbud.go.id stupa yang hingga kini masih berdiri megah di Candi Borobudur, merupakan lambang dari agama Budha yang berbentuk mangkuk terbalik, dengan bentuk persegi empat dan atau segi delapan (harmika), serta bentuk tongkat di atasnya.
Stupa pada Candi Borobudur juga sering disebut berbentuk genta atau lonceng. Pada Candi Borobudur terdapat stupa induk, yang berada di puncak candi dan memiliki ukuran paling besar, yakni berdiameter 9,9 meter, dan tinggi 7 meter. Selain stupa induk, terdapat stupa teras dan stupa-stupa kecil sebagai ornamen tubuh candi atau sering juga disebut sebagai pagar langkan.

Candi Borobudur yang terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu, memiliki panjang 121,66 meter, lebar 121,38 meter, dan tinggi 35,40 meter. Bangunan candi terdiri dari sembilan teras berundak, yakni enam teras berbentuk persegi, dan tiga teras berbentuk lingkaran.
Dalam laman borobudurpark.com, disebutkan Candi Borobudur dibangun dengan gaya Mandala, yakni gambaran tentang alam semesta menurut kepercayaan Buddha. Pada Candi Borobudur ada beberapa zona, yakni Kamadhatu, Arupadhatu, dan Arupadhatu.
Pada zona Kamadhatu yang terdiri dari 160 relief, digambarkan kondisi alam dunia yang terlihat dan sedang dialami oleh manusia sekarang. Relief-relief itu menjelaskan tentang Karmawibhangga Sutra, yaitu hukum sebab akibat, serta menggambarkan mengenai sifat dan nafsu manusia, seperti merampok, membunuh, memperkosa, penyiksaan, dan fitnah.
Baca juga: Tangan Dingin Trah Majapahit, Bangun Pasukan Intelijen Mataram Dom Sumurup Ing Banyu untuk Bunuh Jenderal VOC
Zona Rupadhatu terdapat 328 patung Budha serta 1.300 relief berupa Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka, dan Awadana. Pantung dan relief yang membentang sepanjang 2,5 km dan terdiri dari 1.212 panel tersebut, menggambarkan tentang alam peralihan, di mana manusia telah dibebaskan dari urusan dunia.
Pada zona puncat atau tertinggi, terdapat Zona Arupadhatu yang menggambarkan tentang alam tertinggi, yakni rumah Tuhan, atau surga. Pada Candi Borobudur, zona ini terdapat tiga serambi berbentuk lingkaran mengarah ke stupa paling besar. Di stupa paling besar yang ada di puncak candi, tidak terdapat hiasan apapun yang diartikan sebagai gambaran kemurnian paling tinggi.
Siapa sangka, Candi Borobudur ini ternyata ditemukan oleh Kapiten China, Tan Jin Sing, atau dikenal dengan nama Raden Luar, yang kemudian menjadi Bupati Jogjakarta, bergelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Secodiningrat. Dalam laman budaya.jogjaprov.go.id, disebutkan Tan Jin Sing sebagai pembuka jalan penemuan Candi Borobudur yang telah terkubur berabad-abad lamanya.

Menurut TS Werdoyo dalam bukunya yang berjudul "Tan Jin Sing: Dari Kapiten Cina Sampai Bupati Yogyakarta" disebutkan, jalan penemuan Candi Borobudur itu terbuka, saat Tan Jin Sing berkunjung ke Rumah Residen Inggris di Jogjakarta, John Crawfurd pada 3 Agustus 1812.
Dalam kunjungan itu, Tan Jin Sing ternyata juga bertemu dengan atasan John Crawfurd, yakni Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles. Saat bertemu Raffles, Tan Jin Sing akhirnya mengetahui Raffles memiliki ketertarikan dengan candi-candi yang ada di Jawa.
Bahkan, saat itu Raffles menyebut telah melihat Candi Prambanan, dan menyatakan ingin meneliti candi-candi yang ada di Jawa. Mendengar itu, Tan Jin Sing juga menceritakan jika salah satu mandornya pernah melihat candi besar di Desa Bumisegoro, yang lokasinya berada di dekat Muntilan.
Lihat Juga :