Berkah Kebun Plasma Wilmar, Petani Sawit Berbondong-bondong Umrah ke Tanah Suci
Jum'at, 17 Februari 2023 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, masyarakat juga memiliki daya beli cukup tinggi. Indikasinya para pedagang dan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ) di desa tersebut yang memiliki omzet cukup tinggi. Pihaknya berupaya memanfaatkan peningkatan ekonomi tersebut untuk mengembangkan badan usaha milik desa (Bumdes).
Saat ini ada dua kelompok tani di Sembuluh II. Seluruh kelapa sawit yang dihasilkan dibeli Bumdes. “Rencananya kami akan membuat tabungan plasma sehingga dananya dapat terkumpul,” ujarnya. Baca juga: 5 Tips Menabung untuk Umroh pada Usia Muda
Ketua Koperasi Karya Bersama (KSB) Tanjung Rangas, Rudiansyah menjelaskan, dampak positif program plasma juga dirasakan anggotanya. Banyak warga yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan beralih menjadi petani plasma sejak adanya program tersebut. Luas lahan tertanam yang dikelola KSB mencapai 831 ha. “Kami sangat terbantu dengan program tersebut,” tutur Rudiansyah.
Pupung Pamungkas, Manager Plasma PT Mustika Sembuluh, Wilmar Central Kalimantan Project menambahkan, selain plasma, pola kerja sama antara perusahaan dengan koperasi mitra juga berupa kegiatan rutin per triwulan, pemaparan pengelolaan, dan pembiayaan maupun pendapatan dari kebun. Perusahaan juga memberikan pelatihan terhadap pengurus terkait perpajakan dan akuntansi.
Tujuannya sebagai salah satu bentuk transfer knowledge kepada para petani. “Kami berharap kepengurusannya bisa lebih profesional. Kami juga menawarkan pengelolaan cashflow, dengan merancang pemasukan dan pengeluaran kebun sehingga tidak mengganggu pendapatan petani per bulannya,” katanya.
Saat ini ada dua kelompok tani di Sembuluh II. Seluruh kelapa sawit yang dihasilkan dibeli Bumdes. “Rencananya kami akan membuat tabungan plasma sehingga dananya dapat terkumpul,” ujarnya. Baca juga: 5 Tips Menabung untuk Umroh pada Usia Muda
Ketua Koperasi Karya Bersama (KSB) Tanjung Rangas, Rudiansyah menjelaskan, dampak positif program plasma juga dirasakan anggotanya. Banyak warga yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan beralih menjadi petani plasma sejak adanya program tersebut. Luas lahan tertanam yang dikelola KSB mencapai 831 ha. “Kami sangat terbantu dengan program tersebut,” tutur Rudiansyah.
Pupung Pamungkas, Manager Plasma PT Mustika Sembuluh, Wilmar Central Kalimantan Project menambahkan, selain plasma, pola kerja sama antara perusahaan dengan koperasi mitra juga berupa kegiatan rutin per triwulan, pemaparan pengelolaan, dan pembiayaan maupun pendapatan dari kebun. Perusahaan juga memberikan pelatihan terhadap pengurus terkait perpajakan dan akuntansi.
Tujuannya sebagai salah satu bentuk transfer knowledge kepada para petani. “Kami berharap kepengurusannya bisa lebih profesional. Kami juga menawarkan pengelolaan cashflow, dengan merancang pemasukan dan pengeluaran kebun sehingga tidak mengganggu pendapatan petani per bulannya,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :