Kukuhkan Relawan di Jambi, Benny Kisworo: Ganjar Sosok Pancasilais Sejati
Sabtu, 11 Februari 2023 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
"Politik identitas sangat berbahaya terhadap keutuhan bangsa. Untuk itu kita mengajak seluruh elemen bangsa untuk komitmen menolak politik identitas pada Pemilu 2024 mendatang," tambahnya.
Benny mengatakan, ada catatan lain dari perjalanan hampir seperempat abad Reformasi, yakni masyarakat Indonesia makin sensitif, mudah tersinggung, dan rentan terhadap provokasi. Karena itu, menurutnya, peran para elite politik sangat diperlukan untuk mencegah penggunaan politik identitas pada Pemilu 2024.
"Elite politik kita perlu mengambil peran, khususnya dalam setiap momentum politik, untuk menciptakan iklim politik yang damai dan kondusif," ujar Benny.
Menurut Benny, hadirnya politik identitas cenderung menutupi perdebatan tentang program kerja yang berkualitas. Dia mengatakan, demokrasi seharusnya menjadi arena berbagai pihak memperebutkan pengaruh di masyarakat dengan menyodorkan program kerja terbaik untuk memperbaiki aspek-aspek di masyarakat yang masih buruk.
“Yang harus dilihat dan diutamakan dalam memilih pemimpin adalah berdasarkan rekam jejak serta kapasitas, bukan berdasarkan suku, agama atau ras,” pungkasnya.
Benny mengatakan, ada catatan lain dari perjalanan hampir seperempat abad Reformasi, yakni masyarakat Indonesia makin sensitif, mudah tersinggung, dan rentan terhadap provokasi. Karena itu, menurutnya, peran para elite politik sangat diperlukan untuk mencegah penggunaan politik identitas pada Pemilu 2024.
"Elite politik kita perlu mengambil peran, khususnya dalam setiap momentum politik, untuk menciptakan iklim politik yang damai dan kondusif," ujar Benny.
Menurut Benny, hadirnya politik identitas cenderung menutupi perdebatan tentang program kerja yang berkualitas. Dia mengatakan, demokrasi seharusnya menjadi arena berbagai pihak memperebutkan pengaruh di masyarakat dengan menyodorkan program kerja terbaik untuk memperbaiki aspek-aspek di masyarakat yang masih buruk.
“Yang harus dilihat dan diutamakan dalam memilih pemimpin adalah berdasarkan rekam jejak serta kapasitas, bukan berdasarkan suku, agama atau ras,” pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :