Dibuang Raja Blambangan, Bayi Sunan Giri Malah Bercahaya di Laut Lepas
Jum'at, 10 Februari 2023 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Saat dewasa, Sunan Giri dibawa ke Ampel Denta untuk berguru kepada Sunan Ampel. Di sini, Sunan Giri dikenal sebagai Joko Samudro dan menjadi saudara seperguruan Sunan Bonang. Setelah dewasa, Sunan Giri mengikuti jejak ayahnya.
Dia ikut menyebarkan agama Islam dan dikenal karena strategi dakwahnya. Ada tiga strategi dakwah Sunan Giri, yakni pendidikan, budaya, dan politik. Dalam hal pendidikan, dia mendirikan pondok pesantren bernama Pesantren Giri. Pondok pesantren itu didirikan di sebuah bukit di Desa Sidomukti, Kebomas.
Baca juga: Keris Kiai Ageng Bondoyudo, Jimat yang Dikubur bersama Jasad Pangeran Diponegoro
Sejak itu, Joko Samudro dikenal Sunan Giri. Melalui Pesantren Giri ini, Sunan Giri akhirnya menyebarkan agama Islam. Dia mendidik santri-santrinya yang tersebar luas hingga Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, untuk ikut menyebarkan agama Islam.
Pengaruhnya sangat besar, hingga Pesantren Giri itu berubah menjadi sebuah kerajaan kecil bernama Giri Kedaton. Kerajaan Giri Kedaton ini menguasai wilayah Gresik dan sekitarnya hingga beberapa genarasi sampai akhirnya tumbang oleh Sultan Agung dari Mataram Islam.
Selain melalui pendidikan, Sunan Giri menyebarkan Islam dengan kebudayaan. Dia mendatangi langsung warga, mengajak mereka berkumpul dalam satu acara selamatan, upacara dan sebagainya. Kemudian juga lewat seni pertunjukan, nyanyi-nyanyian. Melalui cara ini, Islam dapat diterima di Jawa.
Selain itu, Sunan Giri juga mengajarkan Islam lewat politik. Sebagai Raja di wilayah itu, Sunan Giri memiliki kewenangan yang tidak terbatas. Sunan Giri mangkat, pada 913 H atau 1506 Masehi di sebuah bukit di Giri.
Sumber:
dok.sindonews/okezone/inews
Dia ikut menyebarkan agama Islam dan dikenal karena strategi dakwahnya. Ada tiga strategi dakwah Sunan Giri, yakni pendidikan, budaya, dan politik. Dalam hal pendidikan, dia mendirikan pondok pesantren bernama Pesantren Giri. Pondok pesantren itu didirikan di sebuah bukit di Desa Sidomukti, Kebomas.
Baca juga: Keris Kiai Ageng Bondoyudo, Jimat yang Dikubur bersama Jasad Pangeran Diponegoro
Sejak itu, Joko Samudro dikenal Sunan Giri. Melalui Pesantren Giri ini, Sunan Giri akhirnya menyebarkan agama Islam. Dia mendidik santri-santrinya yang tersebar luas hingga Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, untuk ikut menyebarkan agama Islam.
Pengaruhnya sangat besar, hingga Pesantren Giri itu berubah menjadi sebuah kerajaan kecil bernama Giri Kedaton. Kerajaan Giri Kedaton ini menguasai wilayah Gresik dan sekitarnya hingga beberapa genarasi sampai akhirnya tumbang oleh Sultan Agung dari Mataram Islam.
Selain melalui pendidikan, Sunan Giri menyebarkan Islam dengan kebudayaan. Dia mendatangi langsung warga, mengajak mereka berkumpul dalam satu acara selamatan, upacara dan sebagainya. Kemudian juga lewat seni pertunjukan, nyanyi-nyanyian. Melalui cara ini, Islam dapat diterima di Jawa.
Selain itu, Sunan Giri juga mengajarkan Islam lewat politik. Sebagai Raja di wilayah itu, Sunan Giri memiliki kewenangan yang tidak terbatas. Sunan Giri mangkat, pada 913 H atau 1506 Masehi di sebuah bukit di Giri.
Sumber:
dok.sindonews/okezone/inews
(nic)
Lihat Juga :