Asal Usul Nama dan Sejarah Jember: Daerah Otonom Pertama di Jawa Timur yang Pernah Jadi Benteng Alam

Kamis, 09 Februari 2023 - 16:56 WIB
loading...
Asal Usul Nama dan Sejarah...
Jember merupakan sebuah wilayah Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur. Foto DOK ist
A A A
JAKARTA - Jember merupakan sebuah wilayah Kabupaten yang masuk dalam wilayah Provinsi Jawa Timur . Kabupaten ini berada di bagian lereng pegunungan Yang dan juga Gunung Argopuro yang membentang sampai dengan Samudera Indonesia.

Kabupaten Jember terdiri dari 31 kecamatan, 22 kelurahan dan 226 desa. Dengan wilayah yang dimilikinya ternyata menyimpan banyak sejarah yang menarik untuk dibahas.

Kondisi topografi Jember pada masa lalu sebagian besar merupakan daerah dataran rendah yang sangat subur. Maka dari itu banyak desa dan dusun yang namanya berkaitan dengan air seperti, Curah Nangka, Curah Lele, Curah Kates, Curah Mluwo dan Rawa/ Rowo seperti Rawatamtu, Rawa Tengah, Rawatengu, dan lainnya.

Baca juga : Asal-usul dan Sejarah Keberadaan Kabupaten Klaten di Jawa Tengah

Pada abad ke 13, Wilayah jember merupakan bagian dari Lumajang dan Tigang Juru. Hutan lebat dan berawa di wilayahnya digunakan sebagai buffer zone dan dijadikan benteng alam sebagai pembatas kekuasaan dengan kerajaan Bali.

Kemudian pada masa Kerajaan Majapahit, Jember dijadikan sebagai tempat ziarah Hayam Wuruk pada tahun 1359. Terdapat sebanyak 25 titik tempat ziarah sebagaimana disebut dalam naskah Desawarnana atau dikenal sebagai Negarakertagama.

Sementara itu, untuk Kabupaten Jember sendiri bermula ketika ada surat keputusan dari Pemerintah Hindia Belanda untuk mengatur ulang sebagian besar wilayah pemerintahannya yang ada di Jawa Timur.

Pengaturan tersebut tertuang dalam Staatsblad Nomor 322 yang dikeluarkan pada tanggal 9 Agustus 1928. Namun aturan ini baru diberlakukan mulai tanggal 1 Januari 1929 dan menjadi hari jadi Kabupaten Jember.

Dalam aturan pemerintahan Belanda menyebutkan bahwa, Jember ditetapkan sebagai wilayah yang berdiri sendiri atau daerah otonom pertama dengan nama Regenschap Djember.

Pembentukan tersebut didasarkan atas dua pertimbangan, pertama pertimbangan Yuridis kedua pertimbangan politik sosial Belanda terhadap pemerintahan setempat.

Dalam perkembangannya yang tertera pada Staatsblad Nomor 46 tahun 1941, wilayah Regentschap Djember kemudian dipecah menjadi 25 Onderdistrik oleh pemerintah Belanda.

Baca juga : Mengenal Asal usul dan Sejarah Nama Ponorogo Kota Reog yang Melegenda

Hingga pada masa kemerdekaan, melalui UU 12/1950, pemerintah pusat resmi membentuk Kabupaten Jember bersama beberapa kabupaten lain yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Untuk asal usul nama Jember sampai saat ini belum ada kepastian kebenarannya. Hal ini dikarenakan munculnya berbagai cerita yang melegenda dan tersebar luas dalam masyarakat.

Pertama, nama Jember berasal dari kata Jembrek yang memiliki arti becek atau berair. Hal ini didasarkan pada beberapa wilayah yang berasal dari rawa-rawa yang becek dan berair.

Kedua, nama jember berkaitan dengan putri kerajaan yang bernama Putri Jembarsari. Nama jembar tersebut yang kemudian diadopsi sebagai kata Jember yang memiliki makna wilayah yang luas.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Dorongan Pemekaran Kabupaten...
Dorongan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur Menguat
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
ESQ Raih Penghargaan...
ESQ Raih Penghargaan atas Inovasi Pemetaan Talenta ASN Terbanyak dan Termodern Berbasis AI di Jawa Timur
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved