alexametrics

Pecah Ban, Mobil Bank Terguling di Jalan Trans Kalteng-Kalbar

loading...
Pecah Ban, Mobil Bank Terguling di Jalan Trans Kalteng-Kalbar
Petugas melakukan evakuasi terhadap mobil bank swasta yang mengalami kecelakaan tunggal. Foto/iNews TV/Sigit Dzakwan
A+ A-
KOTAWARINGIN BARAT - Satu unit mobil dinas Bank Mega Pangkalan Bun, mengalami kecelakan tunggal di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Jalur Trans Kalteng-Kalbar) kilometer 12, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng.

(Baca juga: Terduga Maling Sapi Tewas, Warga Luruk Mapolsek Tongas)

Mobil Toyota Avanza berplat nomor KH 1038 GD dikemudikan oleh staf Bank Mega Pangkalan Bun, Adi. Ia perjalanan dari Kabupaten Sukamara untuk kembali ke kantor Bank Mega di Pangkalan Bun.

"Jadi saya habis tertugas di Kabupaten Sukamara mau balik ke Pangkalan Bun. Kecepatan mobil sekitar 70 km/jam dan tiba-tiba ban mobil belakang sebelah kiri pecah dan mobil langsung masuk parit di kiri jalan dari arah Pangkalan Bun," ujar korban, Adi saat diwawancara MNC Media usai kejadian laka tunggal.



(Baca juga: Tolak TKA China, Massa Demonstran Sandera Mobil Dinas)

Kondisi Adi masih trauma meski hanya luka memar di bagian tangan dan badan. Kondisi mobil rusak parah, kaca sebelah kanan pecah semua, kap depan rusak parah. Sebab saat masuk ke parit, mobil sempat terbalik dua kali dan akhirnya kembali ke posisi semula.



"Saya pas di belakang mobil ini. Jadi pas jalan terlihat ban mobil belakang sebelah kiri pecah dan mobil langsung oleng dan terguling ke parit sebelah kiri. Jadi mobil sempat terbalik dan kembali ke posisi semula," ujar seorang anggota Polsek Kolam, Tri Black.

Usai kejadian, mobil akhirnya dapat dievakuasi menggunakan sebuah truk yang melintas menggunakan tali. Arus lalu lintas di lokasi kejadian sempat macet lantaran terhalang proses evakuasi mobil korban.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak