Tragis! Akses Jalan 120 Rumah Warga di Batam Ditutup untuk Pertokoan
Kamis, 02 Februari 2023 - 09:43 WIB
loading...
Warga menunjukkan pagar seng yang menutup akses jalan 120 rumah warga di kawasan perumahan di Kota Batam, Rabu (1/2/2023). Foto/MPI/Dicky Sigit Rakasiwi
A
A
A
BATAM - Nasib tragis dialami warga yang tinggal di kawasan perumahan RW 1 Kelurahan Taman Baloi, Kota Batam. Akibat tidak jelasnya fungsi lahan, akses jalan untuk 120 rumah warga di perumahan tersebut ditutup, karena akan dibangun pertokoan.
Baca juga: Marah karena Kalah Pilkades, Calon Kades Tembok Akses Jalan Sepanjang 1 Km
Ratusan warga yang bakal tak memiliki akses jalan, menggelar aksi demonstrasi menolak alih fungsi lahan jalan untuk pertokoan. Warga perumahan merasa dirugikan, lantaran rencana pembangunan pertokoan itu dilakukan di ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi fasilitas umum perumahan.
Pagar seng untuk pengamanan pembangunan pertokoan, telah dipasang oleh pihak pengembang. "Kenapa pagar itu dipasang tepat di tembok perumahan, hingga menutup akses jalan keluar pintu perumahan," kata ketua RW 1 Kelurahan Taman Boloi, Desi.
Baca juga: Cemburu Lihat Istri Disetubuhi Selingkuhan, Pria di Deli Serdang Nekat Lakukan Pembunuhan
Pihaknya mengaku heran, mengapa bisa pihak pengembang melakukan pemagaran di jalan perumahannya. "Pagar sengnya sampai menempel di tembok rumah kami, jalan tertutup itu," ungkap Desi kesal.
Tak hanya menutupi akses jalan warga perumahan tersebut. Akibat adanya aktivitas pemagaran itu, warga tak lagi punya ruang terbuka hijau. Padahal di lokasi itu, juga menjadi tempat warga perumahan untuk berolahraga.
Sementara itu, Ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Taman Baloi, Yanti yang turut dalam aksi warga tersebut, menjelaskan bahwa adanya aktivitas pemagaran tidak dilakukan oleh pihak pengembang perumahannya. "Kami sudah komplain ke pengembang perumahan kami, kata mereka yang menutup adalah pengembang lain," ungkapnya.
Baca juga: Gempa di Darat Berkekuatan M4,4 Guncang Garut, Warga Panik Berhamburan
Dikatakannya, lahan yang tertutup ini adalah ruang terbuka hijau. Di mana pada lokasi tersebut ada tower sutet juga berdiri. "Coba bayangkan, kok bisa mereka mau bangun pertokoan di situ. Padahal itu bufferzone," paparnya.
Yang lebih membuat warga kesal, mereka mengatakan sudah tinggal di perumahan ini selama belasan tahun. Mereka selama ini keluar masuk dari gerbang yang sudah tertutup oleh pagar seng. "Kami biasanya keluar masuk dari sini, dan bisa keluar komplek tanpa harus mutar jauh ke pintu utama," ujarnya.
Warga berharap pihak BP Batam, maupun Pemkot Batam, dapat mengatasi masalah ini. Hal ini lantaran sangat meresahkan karena kehilangan akses jalan. "Semoga pihak terkait memperbaiki sistem pengalokasian lahannya, jangan merugikan warga yang selama ini tinggal di sini," tutupnya.
Baca juga: Marah karena Kalah Pilkades, Calon Kades Tembok Akses Jalan Sepanjang 1 Km
Ratusan warga yang bakal tak memiliki akses jalan, menggelar aksi demonstrasi menolak alih fungsi lahan jalan untuk pertokoan. Warga perumahan merasa dirugikan, lantaran rencana pembangunan pertokoan itu dilakukan di ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi fasilitas umum perumahan.
Pagar seng untuk pengamanan pembangunan pertokoan, telah dipasang oleh pihak pengembang. "Kenapa pagar itu dipasang tepat di tembok perumahan, hingga menutup akses jalan keluar pintu perumahan," kata ketua RW 1 Kelurahan Taman Boloi, Desi.
Baca juga: Cemburu Lihat Istri Disetubuhi Selingkuhan, Pria di Deli Serdang Nekat Lakukan Pembunuhan
Pihaknya mengaku heran, mengapa bisa pihak pengembang melakukan pemagaran di jalan perumahannya. "Pagar sengnya sampai menempel di tembok rumah kami, jalan tertutup itu," ungkap Desi kesal.
Tak hanya menutupi akses jalan warga perumahan tersebut. Akibat adanya aktivitas pemagaran itu, warga tak lagi punya ruang terbuka hijau. Padahal di lokasi itu, juga menjadi tempat warga perumahan untuk berolahraga.
Sementara itu, Ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Taman Baloi, Yanti yang turut dalam aksi warga tersebut, menjelaskan bahwa adanya aktivitas pemagaran tidak dilakukan oleh pihak pengembang perumahannya. "Kami sudah komplain ke pengembang perumahan kami, kata mereka yang menutup adalah pengembang lain," ungkapnya.
Baca juga: Gempa di Darat Berkekuatan M4,4 Guncang Garut, Warga Panik Berhamburan
Dikatakannya, lahan yang tertutup ini adalah ruang terbuka hijau. Di mana pada lokasi tersebut ada tower sutet juga berdiri. "Coba bayangkan, kok bisa mereka mau bangun pertokoan di situ. Padahal itu bufferzone," paparnya.
Yang lebih membuat warga kesal, mereka mengatakan sudah tinggal di perumahan ini selama belasan tahun. Mereka selama ini keluar masuk dari gerbang yang sudah tertutup oleh pagar seng. "Kami biasanya keluar masuk dari sini, dan bisa keluar komplek tanpa harus mutar jauh ke pintu utama," ujarnya.
Warga berharap pihak BP Batam, maupun Pemkot Batam, dapat mengatasi masalah ini. Hal ini lantaran sangat meresahkan karena kehilangan akses jalan. "Semoga pihak terkait memperbaiki sistem pengalokasian lahannya, jangan merugikan warga yang selama ini tinggal di sini," tutupnya.
(eyt)
Lihat Juga :