alexametrics

GKR Mangkubumi Fokus Marketing Pramuka

loading...
GKR Mangkubumi Fokus Marketing Pramuka
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault (dua dari kiri), Ketua Mabida Pramuka Sri Sultan HB X serta Ketua Kwarda Pramuka DIY GKR Mangkubumi saat memberikan keterangan pers usai pelantikan Kwarda DIY periode 20152020 di Kepatihan Yogyakarta, kemarin.
A+ A-
YOGYAKARTA - Putri pertama Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) didaulat menggantikan Sri Paduka Paku Alam IX sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) DIY periode 2015–2020.

GKR Mangkubumi dilantik langsung oleh Gubernur DIY yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka DIY Sri Sultan HB X di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, kemarin. Usai dilantik, GKR Mangkubumi menegaskan, komitmennya untuk memimpin Gerakan Pramuka di DIY menjadi lebih baik. Salah satunya adalah mengajak generasi muda menyukai kepramukaan.

"Kami sadar betul minat terhadap pramuka di sekolah-sekolah itu turun. Kami akan berjuang agar remaja lebih menyukai pramuka," katanya. Istri dari Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro ini mengungkapkan, pramuka di DIY harus bisa membuat generasi muda saat ini aktif dan tertarik dengan kepramukaan, mulai dari usia sekolah dasar sampai SMA.

"Kami akan fokus ke marketing pramuka," katanya. GKR Mangkubumi menambahkan, dalam lima tahun kedepan juga akan menggiatkan kegiatan dan program kepramukaan di DIY. Kepramukaan DIY harus berlandaskan budaya sesuai dengan Keistimewaan DIY seperti yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Keistimewaan DIY No 13/ 2012. "Pendidikan budi pekerti juga perlu ditanamkan dalam jiwa kepramukaan DIY," katanya.

Selain itu, GKR Mangkubumi juga akan menyinergiskan kegiatan Kepramukaan DIY dengan kegiatan pendidikan penanggulangan bencana. Alasannya, wilayah ini termasuk daerah rawan bencana seperti erupsi gunung api, banjir, kekeringan, serta gempa tektonik. "Pramuka harus memperkuat dalam mitigasi bencana," katanya.

Ketua Kwartir Nasional (Kwar nas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan, DIY merupakan daerah yang sangat bersejarah bagi Gerakan Pramuka. Ibaratnya, Gerakan Pramuka tidak bisa dipisahkan dari DIY. Menurut dia, keputusan presiden menunjukkan pramuka lahir di Jakarta.

Namun pendiri sekaligus Bapak Pramuka Indonesia merupakan tokoh yang lahir dari Yogyakarta. "Beliau adalah Sultan Hamengku Buwono IX," bebernya. Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ini menjelaskan, secara historis setelah proses yang tidak pendek, Panji Gerakan Pramuka diserahkan oleh Soekarno kepada Sri Sultan HB IX pada 14 Agustus 1961.

"Peristiwa itu dikenal sebagai hari lahirnya Gerakan Pramuka," ungkapnya. Adhyaksa menuturkan, Sultan HB IX didaulat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka selama empat periode (1961-1974). Atas kiprahnya itu, Soekarno lalu menjuluki Sultan HB IX sebagai Pandu Agung. "Sehingga sebutan ‘Bapak Pramuka’ pun melekat kepada Sultan HB IX sampai saat ini," katanya.

Di bawah kepemimpinan GKR Mangkubumi yang tidak lain adalah cucu dari Sultan HB IX ini, dia yakin Pramuka mampu berkembang lebih baik. "Saya percaya di tangan beliau ini (GKR Mangkubumi) Pramuka di Yogyakarta menjadi lebih berkembang," ungkapnya.

Ridwan anshori
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak