3.961 Warga Bekasi Berstatus Penduduk Miskin Ekstrem

Selasa, 31 Januari 2023 - 08:24 WIB
loading...
3.961 Warga Bekasi Berstatus...
Pemkab Bekasi mencatat sebanyak 3.961 warganya masuk dalam kategori penduduk miskin ekstrem. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 3.961 warga di wilayahnya yang masuk dalam kategori penduduk miskin ekstrem. Warga miskin itu tersebar di 23 Kecamatan, 180 Desa, dan 7 Kelurahan.

Jumlah tersebut juga diperoleh dari hasil pencocokan data di lapangan yang dilakukan oleh petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dengan mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2022.

“Pencocokan data ini diperlukan untuk memberikan bantuan kepada warga. Hasilnya, ada 3.961 warga yang masuk dalam kategori penduduk miskin ekstrem,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Miris! 202.700 Penduduk Bekasi Miskin Ekstrem

Indikator kategori penduduk miskin ekstrem adalah warga yang memiliki pengeluaran di bawah US $1,90 PPP (Purchasing Power Parity) atau setara Rp11.941,1 per kapita per hari. ”Jadi indikatornya sesuai dengan ketetapan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Endin menambahkan jumlah warga yang masuk dalam kategori tersebut saat ini sudah masuk dalam data sasaran penanggulangan kemiskinan ekstrem yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bekasi.

Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi dan sinergisitas lintas sektor untuk penanggulangan kemiskinan ekstrem dan perlu terus dijalankan dengan satu tujuan yaitu menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi.

“Butuh intervensi dari seluruh Perangkat Daerah. Jadi sifatnya gotong royong, keroyokan termasuk keterlibatan swasta dan ini harus berkelanjutan,” ungkapnya. Baca juga: 95.668 Penduduk Jakarta Masih Miskin Ekstrem

Berdasarkan data BPS Jawa Barat tercatat 202 ribu jiwa di Kabupaten Bekasi tahun 2021 masuk dalam kategori penduduk miskin. Persentase sebesar 5,21%, Kabupaten Bekasi berada di bawah rata-rata persentase kemiskinan di Provinsi Jawa Barat, yaitu 8,40%.

Sedangkan untuk persentase kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi yaitu 2,18%, yang persentase kemiskinan ekstremnya masih berada di bawah Provinsi Jawa Barat yaitu sebesar 3,87%.



Sebelumnya,Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan gerak cepat sebagai upaya untuk menekan kemiskinan esktrem di wilayahnya. Salah satunya intervensi yang dilakukan, yakni mensinergikan program dari masing-masing perangkat daerah.

“Kita akan lakukan intervensi dengan menyinergikan program dari masing-masing perangkat daerah dalam hal menangani kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi ini,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi.

Baca juga: Wapres: 69,3% Kabupaten Kota Miskin Ekstrem Berada di Wilayah Pesisir

Ia menjelaskan salah satu program yang telah dilaksanakan Pemkab bekasi yaitu program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Program tersebut dinilai tepat untuk membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bekasi.

Selain mengsinergikan program, ia juga meminta kepada seluruh Perangkat Daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan Pemprov Jawa Barat salah satunya terkait verifikasi dan validasi ulang data masyarakat dengan kategori kemiskinan ekstrem yang ada.

“Langkah ke depan kita yaitu apa yang menjadi rekomendasi dari Pemprov Jawa Barat harus kita lakukan. Kita akan perbaiki data-data kemiskinan ekstrem tersebut, kira akan verifikasi dan validasi kembali,” katanya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Strategi Rasulullah...
Inilah Strategi Rasulullah SAW Mengatasi Kemiskinan di Tengah Umat
Kemendagri Dorong Pemda...
Kemendagri Dorong Pemda Lebih Inovatif Tangani Inflasi, Kemiskinan, dan Pengangguran
Indonesia Berdaya Perkuat...
Indonesia Berdaya Perkuat Sinergi Baznas dan Pemerintah Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Rekomendasi
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Berita Terkini
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Grand Opening Mitra10...
Grand Opening Mitra10 Pengayoman, Hadirkan One Stop Shopping #SelengkapItu dan Promo Menarik
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya
Gapasdap Dorong Pemerintah...
Gapasdap Dorong Pemerintah Perhatikan Nasib Angkutan Pelayaran Imbas Kenaikan Dolar AS
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
DPD KAI Jawa Barat Torehkan...
DPD KAI Jawa Barat Torehkan Prestasi Nasional di Rakernas KAI 2026
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved