95.668 Penduduk Jakarta Masih Miskin Ekstrem
Senin, 30 Januari 2023 - 16:49 WIB
loading...
Penduduk Jakarta yang masuk kategori miskin ekstrem masih cukup tinggii. Data BPS, per Maret 2022 kemiskinan ekstrem di Jakarta mencapai 95.668 jiwa. Foto: Ilustrasi/SINDONEWS
A
A
A
JAKARTA - Penduduk Jakarta yang masuk kategori miskin ekstrem masih cukup tinggii. Data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2022 kemiskinan ekstrem di Jakarta mencapai 0,89 persen atau 95.668 jiwa.
Fakta itu disampaikan Kepala Bagian Umum BPS DKI Jakarta Suryana usai mengikuti rapat terbatas (ratas) membahas kemiskinan ekstrem di Ibu Kota bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Balai Kota, Senin (30/1/2023).
Baca juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak: Jawa Timur Juara, Jakarta dan Yogyakarta Memang Istimewa!
Suryana membeberkan, fakta di lapangan yang ditemui oleh BPS DKI Jakarta melalui survei sosial ekonomi yang dilakukan dua kali dalam setahun, masih ditemukan sampel rumah tangga yang teridentifikasi sebagai penduduk miskin ekstrem.
"Arahan Pak Pj Gubernur tadi, bahwa akan ditelusuri siapa (yang tergolong penduduk dengan kemiskinan ekstrem) dan di mananya (lokasinya), sehingga terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi data," ujar Suryana.
Fakta itu disampaikan Kepala Bagian Umum BPS DKI Jakarta Suryana usai mengikuti rapat terbatas (ratas) membahas kemiskinan ekstrem di Ibu Kota bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Balai Kota, Senin (30/1/2023).
Baca juga: 10 Provinsi dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak: Jawa Timur Juara, Jakarta dan Yogyakarta Memang Istimewa!
Suryana membeberkan, fakta di lapangan yang ditemui oleh BPS DKI Jakarta melalui survei sosial ekonomi yang dilakukan dua kali dalam setahun, masih ditemukan sampel rumah tangga yang teridentifikasi sebagai penduduk miskin ekstrem.
"Arahan Pak Pj Gubernur tadi, bahwa akan ditelusuri siapa (yang tergolong penduduk dengan kemiskinan ekstrem) dan di mananya (lokasinya), sehingga terlebih dahulu akan dilakukan verifikasi data," ujar Suryana.
Lihat Juga :