Sintong Panjaitan dan Keampuhan Operasi Teritorial TNI di Timor Timur
Jum'at, 27 Januari 2023 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Sintong, dampak terlalu panjangnya operasi tempur justru berakibat kontraproduktif. Yang semula dihadapi TNI di Dili hanya Partai Fretilin, akibat operasi tempur terlalu lama, perlawanan jadi meluas. Muncul gerakan afiliasi dari rakyat yang membuat lawan semakin kuat.
Baca juga: 3 Jenderal TNI Bermarga Batak Siregar yang Memiliki Karier Moncer
“Seharusnya operasi tempur cukup berlangsung selama tiga atau empat tahun saja, kemudian diganti operasi teritorial sebagai operasi pokok yang didukung dengan operasi tempur dan operasi intelijen,” kata Sintong dalam buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009).
Sintong menjelaskan alasan operasi teritoral secara panjang lebar. Tujuan operasi teritorial untuk memulihkan luka-luka akibat operasi tempur, sehingga perlu segera dilakukan pembangunan kembali infrastruktur.
Kemudian perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan maupun menciptakan rasa damai di kalangan masyarakat, yang tujuanya untuk memenangkan hati rakyat. “Di situlah letak masalahnya,” kata Sintong.
Momentum yang tepat menjadikan operasi teritorial sebagai operasi pokok adalah ketika Nikolau Lobato, Presiden Republik Demokrasi Timor Leste tewas dalam kontak senjata pada 31 Desember 1980.
Sejak peristiwa itu perlawanan bersenjata Fretelin berhasil dipatahkan. Dan sejak pertengahan atau akhir 1981 Fretelin mengubah perjuangan bersenjata menjadi perjuangan politik.
Baca juga: 3 Jenderal TNI Bermarga Batak Siregar yang Memiliki Karier Moncer
“Seharusnya operasi tempur cukup berlangsung selama tiga atau empat tahun saja, kemudian diganti operasi teritorial sebagai operasi pokok yang didukung dengan operasi tempur dan operasi intelijen,” kata Sintong dalam buku Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando (2009).
Sintong menjelaskan alasan operasi teritoral secara panjang lebar. Tujuan operasi teritorial untuk memulihkan luka-luka akibat operasi tempur, sehingga perlu segera dilakukan pembangunan kembali infrastruktur.
Kemudian perlu dilakukan peningkatan kesejahteraan maupun menciptakan rasa damai di kalangan masyarakat, yang tujuanya untuk memenangkan hati rakyat. “Di situlah letak masalahnya,” kata Sintong.
Momentum yang tepat menjadikan operasi teritorial sebagai operasi pokok adalah ketika Nikolau Lobato, Presiden Republik Demokrasi Timor Leste tewas dalam kontak senjata pada 31 Desember 1980.
Sejak peristiwa itu perlawanan bersenjata Fretelin berhasil dipatahkan. Dan sejak pertengahan atau akhir 1981 Fretelin mengubah perjuangan bersenjata menjadi perjuangan politik.
Lihat Juga :