Tim Gugus Bantaeng Jemput Jenazah TKI di Malaysia dengan Protokol Kesehatan
Selasa, 14 Juli 2020 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Haris mengatakan Haeruddin meninggal karena menderita penyakit stroke berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit Malaysia. Meski berstatus TKI ilegal , seluruh biaya pemberangkatan ditanggung oleh pihak perusahaan dan pemerintah.
"Dia meninggal karena stroke. Hasil pemeriksaan hospital Malaysia ada semua, kemudian dari pihak kepolisian raja Malaysia dan pemerintah Malaysia," bebernya.
Ia melanjutkan karena statusnya ilegal, keluarga Haeruddin tidak bisa mengklaim santunan kematian. Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng akan tetap mengurus kelengkapan berkas untuk mengupayakan keluarga korban mendapat santunan.
"Cuma ini karena TKI ilegal. Tetapi kita minta surat keterangan penguburan dan surat keterangan kematian dan kita lengkapi berkasnya. Apakah kita kasih asuransi atau hanya bantuan seadanya dari pusat cuma biasanya cair sekitar satu tahun," tandasnya.
Baca Juga: TNI Berhasil Gagalkan Pengiriman 27 TKI Ilegal ke Malaysia
"Dia meninggal karena stroke. Hasil pemeriksaan hospital Malaysia ada semua, kemudian dari pihak kepolisian raja Malaysia dan pemerintah Malaysia," bebernya.
Ia melanjutkan karena statusnya ilegal, keluarga Haeruddin tidak bisa mengklaim santunan kematian. Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bantaeng akan tetap mengurus kelengkapan berkas untuk mengupayakan keluarga korban mendapat santunan.
"Cuma ini karena TKI ilegal. Tetapi kita minta surat keterangan penguburan dan surat keterangan kematian dan kita lengkapi berkasnya. Apakah kita kasih asuransi atau hanya bantuan seadanya dari pusat cuma biasanya cair sekitar satu tahun," tandasnya.
Baca Juga: TNI Berhasil Gagalkan Pengiriman 27 TKI Ilegal ke Malaysia
(tri)
Lihat Juga :