Jurus Jitu Srikandi Ganjar dan PIK-R Tekan Angka Pernikahan Dini di Cianjur
Sabtu, 21 Januari 2023 - 21:09 WIB
loading...
Srikandi Ganjar Jabar menggandeng Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMABIM menggelar seminar dan pelatihan konseling di Desa Panyindangan, Cibinong, Cianjur, Sabtu (21/1/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
CIANJUR - Srikandi Ganjar Jawa Barat (Jabar) sangat peduli terhadap kehidupan perempuan milenial. Mereka juga terus berupaya menekan angka pernikahan dini, khususnya Kabupaten Cianjur.
Relawan pendukung Ganjar Pranowo itu menggandeng Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMABIM melakukan aksi nyata. Mereka menggunakan jurus jitu dengan menggelar seminar dan pelatihan konseling bertajuk Penguatan Peran PIK Remaja dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi bagi Remaja.
“Kita mengedukasi para remaja agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi yang tentunya sangat penting bagi pertumbuhan remaja di masa pubertas,”kata Korda Srikandi Ganjar Kabupaten Cianjur, Maya Sifa Wafa di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Sabtu (21/1/2023).
Selain itu, mereka diminta agar menjadi remaja yang berkualitas dengan menjauhi hal-hal buruk. Misalnya seks bebas dan dampak dari kehamilan tak diinginkan.
"Dalam hal ini kami melakukan kegiatan (edukasi) kesehatan reproduksi dan gizi. Begitu pun dengan pelatihan konselingnya untuk mencegah hal tadi remaja-remaja yang meminta pernikahan usia dini," ujarnya.
Relawan pendukung Ganjar Pranowo itu menggandeng Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMABIM melakukan aksi nyata. Mereka menggunakan jurus jitu dengan menggelar seminar dan pelatihan konseling bertajuk Penguatan Peran PIK Remaja dalam Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi bagi Remaja.
“Kita mengedukasi para remaja agar lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dan kecukupan gizi yang tentunya sangat penting bagi pertumbuhan remaja di masa pubertas,”kata Korda Srikandi Ganjar Kabupaten Cianjur, Maya Sifa Wafa di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Sabtu (21/1/2023).
Selain itu, mereka diminta agar menjadi remaja yang berkualitas dengan menjauhi hal-hal buruk. Misalnya seks bebas dan dampak dari kehamilan tak diinginkan.
"Dalam hal ini kami melakukan kegiatan (edukasi) kesehatan reproduksi dan gizi. Begitu pun dengan pelatihan konselingnya untuk mencegah hal tadi remaja-remaja yang meminta pernikahan usia dini," ujarnya.
Lihat Juga :