Pasien RSJ Malang Kabur Naik Motor Tewas Tabrak Pohon Beringin
Jum'at, 20 Januari 2023 - 17:10 WIB
loading...
Pasien RSJ Malang tabrak pohon beringin. Foto: Solichan/SINDOnews
A
A
A
MALANG - Seorang pengendara motor bernama Yuswono (34), tewas menabrak pohon beringin di Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Diduga, korban merupakan pasien rumah sakit jiwa yang kabur.
Yuswono yang terluka parah dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, dan dinyatakan meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh dari lingkungan kepolisian Polres Blitar, yang bersangkutan diduga seorang pasien rumah sakit jiwa (RSJ) di Malang yang mencoba kabur dengan mengendarai sepeda motor milik perawat RSJ.
Baca juga: Sehari Diburu, Pasien RSJ Pembantai Ibu Tiri di Bali Ditangkap
Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Kadek Aditya Yasa Putra membenarkan adanya insiden kecelakaan menabrak pohon beringin yang berakibat meninggal dunia itu.
“Korban meninggal dunia dan sempat dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar,” ujar Kasat Lantas Aditya, kepada wartawan Jumat (20/1/2023).
Insiden maut itu terjadi, pada Kamis (19/1) malam, sekitar pukul 19.00 Wib. Korban mengendarai motor Honda Supra 125 nopol N 6137 TDV. Saksi mata melihat motor yang datang dari arah barat menuju timur itu ngebut.
Baca: Kronologi 2 Pasien RSJ Solo Tewas Terjebak Kebakaran di Ruang Isolasi
Entah apa yang terjadi. Pada posisi jalan menikung, laju motor tiba-tiba tidak terkendali dan baru berhenti setelah menabrak pohon beringin. Motor ringsek total dan korban terluka parah di bagian kepala. Setiba di rumah sakit, korban dinyatakan tewas.
Pada saat bersamaan itu Polres Blitar menerima informasi dari RSJ Malang, adanya satu orang pasien laki-laki yang kabur. Yang bersangkutan memilki ciri badan besar dengan mengenakan baju RSJ. Yang bersangkutan kabur dengan memakai motor milik perawat RSJ.
Ciri-ciri dan identitas yang disampaikan, sama dengan pengendara motor yang tewas setelah menabrak pohon beringin di jalan raya wilayah Kesamben.
Baca: Pria Pembantai Ibu Tiri di Bali Ternyata Pasien RSJ, Pernah Bunuh Ibu dan Neneknya
Menurut Aditya, penyebab kecelakaan tunggal diduga pengendara motor kehilangan kendali. Dalam kasus ini petugas masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi-saksi.
“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
Yuswono yang terluka parah dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar, dan dinyatakan meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh dari lingkungan kepolisian Polres Blitar, yang bersangkutan diduga seorang pasien rumah sakit jiwa (RSJ) di Malang yang mencoba kabur dengan mengendarai sepeda motor milik perawat RSJ.
Baca juga: Sehari Diburu, Pasien RSJ Pembantai Ibu Tiri di Bali Ditangkap
Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Kadek Aditya Yasa Putra membenarkan adanya insiden kecelakaan menabrak pohon beringin yang berakibat meninggal dunia itu.
“Korban meninggal dunia dan sempat dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar,” ujar Kasat Lantas Aditya, kepada wartawan Jumat (20/1/2023).
Insiden maut itu terjadi, pada Kamis (19/1) malam, sekitar pukul 19.00 Wib. Korban mengendarai motor Honda Supra 125 nopol N 6137 TDV. Saksi mata melihat motor yang datang dari arah barat menuju timur itu ngebut.
Baca: Kronologi 2 Pasien RSJ Solo Tewas Terjebak Kebakaran di Ruang Isolasi
Entah apa yang terjadi. Pada posisi jalan menikung, laju motor tiba-tiba tidak terkendali dan baru berhenti setelah menabrak pohon beringin. Motor ringsek total dan korban terluka parah di bagian kepala. Setiba di rumah sakit, korban dinyatakan tewas.
Pada saat bersamaan itu Polres Blitar menerima informasi dari RSJ Malang, adanya satu orang pasien laki-laki yang kabur. Yang bersangkutan memilki ciri badan besar dengan mengenakan baju RSJ. Yang bersangkutan kabur dengan memakai motor milik perawat RSJ.
Ciri-ciri dan identitas yang disampaikan, sama dengan pengendara motor yang tewas setelah menabrak pohon beringin di jalan raya wilayah Kesamben.
Baca: Pria Pembantai Ibu Tiri di Bali Ternyata Pasien RSJ, Pernah Bunuh Ibu dan Neneknya
Menurut Aditya, penyebab kecelakaan tunggal diduga pengendara motor kehilangan kendali. Dalam kasus ini petugas masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan saksi-saksi.
“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.
(san)
Lihat Juga :