Klaim Menang Lawan Corona, Isolasi Wilayah di Selandia Baru Dicabut
Selasa, 28 April 2020 - 10:07 WIB
Para pekerja di Selandia Baru bisa kembali bekerja hari ini. Namun, mereka harus tetap menjaga protokol kesehatan. Ardern memperingatkan publik agar tidak berkumpul dalam jumlah besar di luar rumah. “Kami akan membuka ekonomi, tetapi kami tidak akan membuka kehidupan sosial,” katanya.
Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield menyatakan transmisi virus korona berhasil ditaklukkan. Itu menunjukkan tidak ada kasus baru, tetapi petugas kesehatan mengetahui semua kasus itu dari mana berasal. Tingkat penularan virus corona di Selandia Baru di bawah 0,4% dibandingkan rata-rata secara global mencapai 2,5%. “Covid-19 merupakan virus yang licik, warga Selandia Baru harus tetap waspada,” katanya.
Isolasi wilayah tingkat tiga akan dilaksanakan selama dua pekan sebelum kabinet akan memutuskan memindahkan ke tingkat dua. “Kita akan melakukan ini jika kita bekerja bersama-sama,” kata Ardern.
Dia mengungkapkan, Selandia Baru bisa saja menghadapi situasi buruk jika tidak memberlakukan isolasi wilayah. Selandia Baru bisa memiliki lebih dari 1.000 kasus per hari jika tidak melaksanakan isolasi wilayah secara dini.
Selain Selandia Baru, Vietnam merupakan negara yang mengklaim sukses menangani pandemi virus corona. Jumlah kasus virus corona hanya di bawah 300 kasus dan tidak ada kematian yang berarti sejak infeksi pertama melanda negara tersebut pada Januari lalu. Pada pertengahan April lalu, Vietnam sudah memperlonggar isolasi wilayah di saat banyak negara di Asia Tenggara masih menerapkan lockdown. “Tidak ada provinsi di Vietnam yang berstatus sangat rawan terhadap pandemi virus corona,” kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dilansir Reuters. Vietnam dipuji berhasil menangani penyebaran virus corona, meskipun bukan negara kaya seperti Korea Selatan dan Taiwan.
Sejak pertengahan April tidak ada infeksi virus corona baru. Vietnam menerapkan karantina massal puluhan ribu warga, pelacakan kontak dan pengujian virus corona. Setelah mengetahui adanya infeksi virus corona, Vietnam langsung menutup 1.400 km perbatasan dengan China pada Maret lalu. Mereka juga langsung mewajibkan warganya mengenakan masker.
Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield menyatakan transmisi virus korona berhasil ditaklukkan. Itu menunjukkan tidak ada kasus baru, tetapi petugas kesehatan mengetahui semua kasus itu dari mana berasal. Tingkat penularan virus corona di Selandia Baru di bawah 0,4% dibandingkan rata-rata secara global mencapai 2,5%. “Covid-19 merupakan virus yang licik, warga Selandia Baru harus tetap waspada,” katanya.
Isolasi wilayah tingkat tiga akan dilaksanakan selama dua pekan sebelum kabinet akan memutuskan memindahkan ke tingkat dua. “Kita akan melakukan ini jika kita bekerja bersama-sama,” kata Ardern.
Dia mengungkapkan, Selandia Baru bisa saja menghadapi situasi buruk jika tidak memberlakukan isolasi wilayah. Selandia Baru bisa memiliki lebih dari 1.000 kasus per hari jika tidak melaksanakan isolasi wilayah secara dini.
Selain Selandia Baru, Vietnam merupakan negara yang mengklaim sukses menangani pandemi virus corona. Jumlah kasus virus corona hanya di bawah 300 kasus dan tidak ada kematian yang berarti sejak infeksi pertama melanda negara tersebut pada Januari lalu. Pada pertengahan April lalu, Vietnam sudah memperlonggar isolasi wilayah di saat banyak negara di Asia Tenggara masih menerapkan lockdown. “Tidak ada provinsi di Vietnam yang berstatus sangat rawan terhadap pandemi virus corona,” kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc, dilansir Reuters. Vietnam dipuji berhasil menangani penyebaran virus corona, meskipun bukan negara kaya seperti Korea Selatan dan Taiwan.
Sejak pertengahan April tidak ada infeksi virus corona baru. Vietnam menerapkan karantina massal puluhan ribu warga, pelacakan kontak dan pengujian virus corona. Setelah mengetahui adanya infeksi virus corona, Vietnam langsung menutup 1.400 km perbatasan dengan China pada Maret lalu. Mereka juga langsung mewajibkan warganya mengenakan masker.
Lihat Juga :