BIN: Waspadai Aksi Teror saat Natal dan Tahun Baru di Jateng
Selasa, 20 Desember 2022 - 18:27 WIB
Baca juga: Awas Macet! 1,1 Juta Kendaraan Bakal Masuk ke Jogja Selama Libur Nataru
Kabinda Jateng melanjutkan, menjelang Nataru mantan napiter di Jateng pada umumnya telah memiliki agenda internal baik dalam bentuk konsolidasi maupun kajian rutin. Pada kaitan itu, pengawasan dan pengamanan terhadap seluruh objek vital maupun tempat ibadah perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Selain kelompok teroris, Kabinda Jateng menyebut aksi kelompok intoleran juga perlu diwaspadai bisa mengganggu kenyamanan peringatan dan perayaan Nataru ini.
“Kelompok intoleran banyak menggunakan medsos, melakukan provokasi-provokasi. Mereka kecil kemungkinan menggunakan kegiatan lapangan.Maka kita harus cerdas bermedsos,” sambungnya.
Tak kalah penting, momentum Nataru membuat permintaan bahan pokok meningkat. Ini rawan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk melakukan penimbunan yang dapat menimbulkan kelangkaan dan membuat harga bahan pangan naik.
“Personel yang diturunkan (di lapangan untuk pengamanan) tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jateng, maka perlu kerja sama semua pihak,” ungkap Andi.
Sementara itu Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abioso Seno Aji juga mengatakan hal senada. Terorisme masih menjadi ancaman perayaan Nataru di Jateng.
“Karena kapan waktunya, sasarannya, acak. Kita sudah ikuti ke mana larinya mereka, kadang juga terputus,” kata Abi.
Kabinda Jateng melanjutkan, menjelang Nataru mantan napiter di Jateng pada umumnya telah memiliki agenda internal baik dalam bentuk konsolidasi maupun kajian rutin. Pada kaitan itu, pengawasan dan pengamanan terhadap seluruh objek vital maupun tempat ibadah perlu ditingkatkan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Selain kelompok teroris, Kabinda Jateng menyebut aksi kelompok intoleran juga perlu diwaspadai bisa mengganggu kenyamanan peringatan dan perayaan Nataru ini.
“Kelompok intoleran banyak menggunakan medsos, melakukan provokasi-provokasi. Mereka kecil kemungkinan menggunakan kegiatan lapangan.Maka kita harus cerdas bermedsos,” sambungnya.
Tak kalah penting, momentum Nataru membuat permintaan bahan pokok meningkat. Ini rawan dimanfaatkan oleh para spekulan untuk melakukan penimbunan yang dapat menimbulkan kelangkaan dan membuat harga bahan pangan naik.
“Personel yang diturunkan (di lapangan untuk pengamanan) tidak sebanding dengan jumlah penduduk Jateng, maka perlu kerja sama semua pihak,” ungkap Andi.
Sementara itu Wakapolda Jateng Brigjen Pol Abioso Seno Aji juga mengatakan hal senada. Terorisme masih menjadi ancaman perayaan Nataru di Jateng.
“Karena kapan waktunya, sasarannya, acak. Kita sudah ikuti ke mana larinya mereka, kadang juga terputus,” kata Abi.
Lihat Juga :