Ribuan Warga Salatiga Menganggur, COVID-19 Jadi Pemicu
Rabu, 08 Juli 2020 - 12:59 WIB
Kepala Dispernaker Kota Salatiga, Budi Prasetiyono mengatakan, banyaknya angka pengangguran ini karena jumlah pencari kerja tak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang tersedia. (Baca juga: Rapid Test Reaktif, 3 Pengunjung Kafe Langsung Masuk Karantina )
"Sejak Januari hingga Mei lalu saja, tercatat hanya ada 10 lowongan perkerjaan. Lowongan pekerjaan itu, pada Februari lalu. Maret hingga Juni lalu tidak ada lowongan pekerjaan," katanya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020).
Guna mengatasi masalah pengangguran, Dispernaker Kota Salatiga, telah melakukan berbagai langkah dan terobosan untuk membuka lapangan pekerjaan di Salatiga dan mencarikan lapangan pekerjaan di luar daerah. (Baca juga: Mabuk Tuak, 1 Wanita dan 6 Pemuda di Semarang Dihukum Fisik )
Sedangkan untuk membantu pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan, Dispernaker telah melaksanakan sejumlah program. Antara lain, memfasilitasi program kartu pra kerja, fasilitasi job cumpasing dan memberikan bantuan sembako kepada mereka. "Program sudah dilaksanakan. Semoga bisa sedikit meringankan beban pekerja yang terkena PHK dan yang dirumahkan," ujarnya.
"Sejak Januari hingga Mei lalu saja, tercatat hanya ada 10 lowongan perkerjaan. Lowongan pekerjaan itu, pada Februari lalu. Maret hingga Juni lalu tidak ada lowongan pekerjaan," katanya saat dihubungi SINDOnews, Rabu (8/7/2020).
Guna mengatasi masalah pengangguran, Dispernaker Kota Salatiga, telah melakukan berbagai langkah dan terobosan untuk membuka lapangan pekerjaan di Salatiga dan mencarikan lapangan pekerjaan di luar daerah. (Baca juga: Mabuk Tuak, 1 Wanita dan 6 Pemuda di Semarang Dihukum Fisik )
Sedangkan untuk membantu pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan, Dispernaker telah melaksanakan sejumlah program. Antara lain, memfasilitasi program kartu pra kerja, fasilitasi job cumpasing dan memberikan bantuan sembako kepada mereka. "Program sudah dilaksanakan. Semoga bisa sedikit meringankan beban pekerja yang terkena PHK dan yang dirumahkan," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :