Berkat Minyak Jelantah, Mahasiswa UPER Juarai Kompetisi Migas Internasional

Jum'at, 11 November 2022 - 15:25 WIB
Dalam pemaparannya, Athallah menyebut limbah lumpur minyak berbentuk padatan acap kali ditemui ketika ada kebocoran pipa, pada proses pembersihan tangki penyimpanan minyak, maupun pada proses pemurnian minyak.

“Limbah lumpur minyak terdiri dari campuran air, sedimen, dan hidrokarbon berkonsentrasi tinggi. Limbah ini juga mengandung logam berat yang dapat membahayakan lingkungan maupun manusia,” ujarnya.

Melalui penelitiannya, Athallah menawarkan metode bioremediasi menggunakan bantuan bakteri untuk mendegradasi limbah lumpur minyak. Namun, karena memiliki viskositas yang sangat tinggi, bakteri pada umumnya akan sulit untuk mengurai limbah lumpur minyak secara optimal.

Selain itu, bakteri juga mendapatkan nutrien tambahan dari biosurfaktan sehingga mereka lebih nyaman berkembang biak dan tumbuh.

Henricus Herwin, VP Upstream Business Development Pertamina Hulu Energi (PHE), mengutarakan kebanggaannya atas keberhasilan Athallah. PHE turut aktif mendukung pengembangan mahasiswa Indonesia, diantaranya dengan mensponsori Athallah dan timnya untuk berkompetisi di Houston.

"Saya mengucapkan selamat bagi Universitas Pertamina atas pencapaiaan yang luar biasa ini. Saya yakin ini merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan. Teman-teman Universitas Pertamina telah menunjukkan kepada kita semua bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat regional dan internasional," ujar Henricus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!