Pembalakan Liar di Kawasan Konservasi Tanjung Peropa Manfaatkan Situasi COVID-19
Rabu, 08 Juli 2020 - 08:21 WIB
Petugas kemudian mengamankan sejumlah peralatan yang digunakan para pelaku melakukan aksi pembalakan liar seperti mesin senso, kampak, parang dan sekap tangan. Barang bukti kemudian di bawa ke kantor BKSDA Sultra.
(BACA JUGA: Banjir Rendam Kampar, 21 Gardu Listrik Dipadamkan)
Berdasarkan keterangan Sahidin selaku Kepala Resort BKSDA Konawe Selatan, perambahan hutan sering kali terjadi di masa pandemi COVID -19. “Pelaku memanfaatkan kelengahan petugas di tengah pandemik,” kata dia, Selasa (8/7/2020).
Rencanaya perahu yang di buat oleh pelaku ini akan di jual ke daerah Kabupaten Buton dengan harga per satu perahunya berkisar antara Rp600 ribu-Rp2 juta.
(BACA JUGA: Banjir Rendam Kampar, 21 Gardu Listrik Dipadamkan)
Berdasarkan keterangan Sahidin selaku Kepala Resort BKSDA Konawe Selatan, perambahan hutan sering kali terjadi di masa pandemi COVID -19. “Pelaku memanfaatkan kelengahan petugas di tengah pandemik,” kata dia, Selasa (8/7/2020).
Rencanaya perahu yang di buat oleh pelaku ini akan di jual ke daerah Kabupaten Buton dengan harga per satu perahunya berkisar antara Rp600 ribu-Rp2 juta.
(vit)
Lihat Juga :