Masuki Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Gunung dan Hutan di Jateng

Senin, 06 Juli 2020 - 16:59 WIB
"Bagaimana mau meyakinkan bahwa itu sudah mati. Yang juga sering terjadi, adalah supaya efisien dengan pembuka lahan yakni membakar alang-alang. Ini agar tidak dilakukan masyarakat. Kalau bakar, ditungguin tidak apa-apa. Kalau bakar, ditinggal, yang terjadi (potensi kebakaran)," ujarnya.

BPBD Jateng sudah mengeluarkan surat atau rekomendasi dari BMKG. Kemudian hal itu dilanjutkan ke kabupaten dan kota. Tujuannya agar mereka waspada, termasuk untuk membuka posko dan penyediaan air bersih. Pihaknya memperkirakan musim kemarau akan mulai masuk pada Juli, namun total melanda Jawa Tengah saat Agustus. "Juli sudah masuk kemarau. Tapi khusus untuk daerah Cilacap, Banyumas, daerah situ masih ada spot hujan. Tetapi Agustus seluruh Jawa Tengah masuk," imbuhnya. (Baca juga: Bayar Diyat Rp15,5 M dan Penjara 20 Tahun, TKI Ini Akhirnya Lolos Eksekusi di Arab )

Kaitannya kebutuhan air bersih untuk mengantisipasi masuknya musim kemarau, pihaknya telah menyediakan 1.100 tangki air bersih. Jumlah itu sama seperti tahun lalu. BPBD memprediksi kemarau tahun ini tidak jauh beda dengan tahun lalu. Hanya, di antara yang beda adalah Kabupaten Wonogiri, kemungkinan tidak dilanda kekeringan parah.

"Mungkin yang berkurang adalah Wonogiri. Wonogiri sudah membangun beberapa upaya pipa dan pengolahan air tawar. Wonogiri yang selama ini menjadi ikon kekeringan, sekarang enggak. Untuk tahun ini enggak terlalu. Mudah-mudahan tahun ini enggak terlalu parah seperti tahun kemarin," tandasnya.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!