Dulu Tukang Ojek, Mantan Aktivis HMI Ini Sukses Pimpin 8 Perusahaan

Senin, 29 Agustus 2022 - 12:42 WIB
Tidak hanya menjadi tukang ojek, Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) 2011 ini juga sempat menjadi sopir pribadi. "Karena ngojek kan hasilnya tidak menentu. Jadi harus kerja keras cari tambahan uang. Saya juga pernah dulu jadi sopir pribadi," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (29/8/2022).

Seiring berjalannya waktu, alumnus Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Surabaya tahun 2007 yang tekun mengemban nilai-nilai religius Islam ini pun mendapatkan rezeki di Jakarta. Ketekunan membawanya menjadi staf ahli Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) pada 2011.

Jabatan staf ahli yang didapat Cak Asad tak mengherankan. Karena semasa kuliah, dia dikenal aktif di organisasi."Saat mengenyam pendidikan tinggi di jurusan Ilmu Politik Universitas Airlangga saya aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam)," kata dia.

Diketahui, Cak Asad pernah menjadi Ketua Umum (Ketum) HMI FISIP Unair. Juga pernah menjadi Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Surabaya pada 2010-2011. Selain itu, pria yang juga disapa Cliff Mubarak ini pernah menjabat sebagai Bendahara Umum HMI periode 2013-2015 saat dia melanjutkan pendidikan di Pascasarjana jurusan Manajemen Universitas Indonesia (UI).

Satu tahun meniti karir di Jakarta, Cak Asad memberanikan untuk memulai bisnis pada tahun 2012. Dia mendirikan PT Platinum Grup yang bergerak di bidang konsultan kebijakan publik. Perusahaan ini menunjukkan progress yang baik. Cak Asad pun kembali mendirikan perusahaan baru yang bergerak di bidang trading, mining,oil dan gas, PT Dinasti Power tahun 2016.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!