Jaga Eksistensi Lingkungan, PJB Pilih Inovasi Co-Firing di 2 PLTU
Senin, 29 Juni 2020 - 17:36 WIB
Ia melanjutkan, uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 persen dan dioperasikan selama delapan jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. "Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan," jelasnya.
PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada 27- 31 Januari 2020.
(Baca juga: Pecah Pembuluh Darahnya, Buruh Bangunan di Medan Tewas )
"Kami optimis, sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau," jelasnya.
Optimisme dalam membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia patut diapresiasi mengingat ini adalah langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri. Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025.
PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada 27- 31 Januari 2020.
(Baca juga: Pecah Pembuluh Darahnya, Buruh Bangunan di Medan Tewas )
"Kami optimis, sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau," jelasnya.
Optimisme dalam membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia patut diapresiasi mengingat ini adalah langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri. Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025.
(eyt)
Lihat Juga :