UMI Bakal Beri Gelar Doktor Kehormatan Kepada Menteri Pendidikan Malaysia
Kamis, 14 Juli 2022 - 16:52 WIB
“Jadi kita tidak sembarang memberikan doktor kehormatan, jadi dia juga salah satu wanita terkuat dengan berbagai gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program studinya baik di Univestias Malaysia maupun di Kanada,” paparnya.
Tak hanya itu, berbagai kebijakan yang dijalankan semenjak menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia, memberikan pengaruh terhadap sektor pendidikan di Malaysia, menjadi alasan mengapa Rektor UMI memberikan gelar kehormatan tersebut.
“Kita juga cukup selektif memberikan gelar kehormatan, kita tidak asal memberikan gelar, namun dia merupakan salah satu wanita yang terpilih di parlemen di amerika dari segi pendidikan,” tegasnya.
Baca juga:Rektor UMI Jadi Narasumber Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI
Tak hanya itu pemberian gelar kehormatan kepada Menteri yang juga memiliki darah keturunan Parepare ini, tak lepas dari usulan lembaga masyarakat Sulsel dan Pengurus Pusat Badan kerja sama Indonesia Malaysia.
“Datok Sri DR Nuraini Ahmad, ini diberikan dengan usulan dari dua lembaga masyarakat, Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan dan Pusat Badan kerjasama Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.
Tak hanya itu, berbagai kebijakan yang dijalankan semenjak menjabat sebagai Menteri Pendidikan Malaysia, memberikan pengaruh terhadap sektor pendidikan di Malaysia, menjadi alasan mengapa Rektor UMI memberikan gelar kehormatan tersebut.
“Kita juga cukup selektif memberikan gelar kehormatan, kita tidak asal memberikan gelar, namun dia merupakan salah satu wanita yang terpilih di parlemen di amerika dari segi pendidikan,” tegasnya.
Baca juga:Rektor UMI Jadi Narasumber Rembuk Nasional dan RPPP ke-1 APTISI
Tak hanya itu pemberian gelar kehormatan kepada Menteri yang juga memiliki darah keturunan Parepare ini, tak lepas dari usulan lembaga masyarakat Sulsel dan Pengurus Pusat Badan kerja sama Indonesia Malaysia.
“Datok Sri DR Nuraini Ahmad, ini diberikan dengan usulan dari dua lembaga masyarakat, Kerukunan Masyarakat Sulawesi Selatan dan Pusat Badan kerjasama Indonesia dan Malaysia,” tambahnya.
Lihat Juga :