Teten Masduki Sebut Kesadaran Masyarakat Berkoperasi Sangat Rendah
Kamis, 14 Juli 2022 - 04:27 WIB
Teten Masduki sebut kesadaran masyarakat berkoperasi sangat rendah. Foto: Agung/SINDOnews
SUMEDANG - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki menyebut, kesadaran masyarakat Indonesia untuk berkoperasi masih sangat rendah.
Hal itu diungkapkan Teten, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Peringatan ke-75 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), di Kampus IKOPIN University, Kabupaten Sumedang.
Menurut Teten, dengan rendahnya tingkat kesadaran berkoperasi masyarakat Indonesia, maka diperlukan upaya untuk menjadikan koperasi sebagai pilihan utama masyarakat dalam mengembangkan perekonomian.
Agar hal itu terwujud, koperasi perlu membenahi dan memperkuat ekosistem kelembagaannya. Sehingga, koperasi mampu mengembangkan potensinya. Selain itu, koperasi juga harus memperbaiki akuntabilitas dan tata kelola.
"Memang kalau dilihat dari rata-rata orang Indonesia berkoperasi ini baru 8 persen, di dunia 16 persen. Ini perlu kita terus upayakan, bagaimana koperasi menjadi pilihan rasional masyarakat ketika mereka ingin berusaha," papar Teten, Rabu (13/7/2022).
"Yang harus dibenahi itu adalah ekosistem kelembagaan koperasi harus diperkuat supaya koperasi bisa terus mengembangkan modal bisnisnya, akuntabilitasnya juga membaik, termasuk tata kelolanya," jelas Teten.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Yerry Yanuar menyatakan, Pemprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi.
Hal itu diungkapkan Teten, saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Peringatan ke-75 Hari Koperasi Nasional (Harkopnas), di Kampus IKOPIN University, Kabupaten Sumedang.
Menurut Teten, dengan rendahnya tingkat kesadaran berkoperasi masyarakat Indonesia, maka diperlukan upaya untuk menjadikan koperasi sebagai pilihan utama masyarakat dalam mengembangkan perekonomian.
Agar hal itu terwujud, koperasi perlu membenahi dan memperkuat ekosistem kelembagaannya. Sehingga, koperasi mampu mengembangkan potensinya. Selain itu, koperasi juga harus memperbaiki akuntabilitas dan tata kelola.
"Memang kalau dilihat dari rata-rata orang Indonesia berkoperasi ini baru 8 persen, di dunia 16 persen. Ini perlu kita terus upayakan, bagaimana koperasi menjadi pilihan rasional masyarakat ketika mereka ingin berusaha," papar Teten, Rabu (13/7/2022).
"Yang harus dibenahi itu adalah ekosistem kelembagaan koperasi harus diperkuat supaya koperasi bisa terus mengembangkan modal bisnisnya, akuntabilitasnya juga membaik, termasuk tata kelolanya," jelas Teten.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Yerry Yanuar menyatakan, Pemprov Jabar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi.
Lihat Juga :
tulis komentar anda