Guru di Bone Keluhkan Wajib Bimtek Setiap Cairkan Sertifikasi
Minggu, 03 Juli 2022 - 20:23 WIB
Bahkan lanjut dia, ada guru yang membayar Rp200 ribu tetapi yang ikut kepseknya. "Nanti di sertifikat pendidik, tetap nama guru tersebut yang tertera," ucapnya.
Tenaga pendidik lainnya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan berharap Disdik peka terhadap nasib para guru. "Kalau mau berbisnis, jangan korban kami para guru," tukasnya.
Informasi yang dihimpun ada satu gelombang guru yang wajib mengikuti bimtek dengan total uang terkumpul berkisar Rp1 Miliar.
Salah seorang guru lainnya berharap agar Disdik tidak memanfaatkan para guru untuk meraup keuntungan. "Kami mau protes pak, tapi takutnya pekerjaan kami jadi tumbal. Kalau bisa bimtek dihentikan dan uang kami dikembalikan," tukasnya.
Ia juga mempertanyakan dasar digelarnya bimtek tersebut. Sementara banyak guru yang diwajibkan ikut sudah mengantongi sertifikat pendidik. "Kita sudah ada sertifikat pendidik tetapi kasih diharuskan ikut. Kan lucu," tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Andi Fajaruddin membantah keras jika workshop digelar untuk kepentingan bisnis.
Bimtek atau workshop tersebut kata mantan Kepala BKPSDM Bone itu, diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bekerjasama dengan Disdik sebagai implementasi dari tujuan Permendikbud tentang petunjuk teknis penyaluran sertifikasi guru.
Di dalam Permendikbud tersebut, salah satu tujuan sertifikasi guru adalah melakukan pengembangan kompetensi guru.
Tenaga pendidik lainnya yang juga meminta identitasnya dirahasiakan berharap Disdik peka terhadap nasib para guru. "Kalau mau berbisnis, jangan korban kami para guru," tukasnya.
Informasi yang dihimpun ada satu gelombang guru yang wajib mengikuti bimtek dengan total uang terkumpul berkisar Rp1 Miliar.
Salah seorang guru lainnya berharap agar Disdik tidak memanfaatkan para guru untuk meraup keuntungan. "Kami mau protes pak, tapi takutnya pekerjaan kami jadi tumbal. Kalau bisa bimtek dihentikan dan uang kami dikembalikan," tukasnya.
Ia juga mempertanyakan dasar digelarnya bimtek tersebut. Sementara banyak guru yang diwajibkan ikut sudah mengantongi sertifikat pendidik. "Kita sudah ada sertifikat pendidik tetapi kasih diharuskan ikut. Kan lucu," tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Andi Fajaruddin membantah keras jika workshop digelar untuk kepentingan bisnis.
Bimtek atau workshop tersebut kata mantan Kepala BKPSDM Bone itu, diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) bekerjasama dengan Disdik sebagai implementasi dari tujuan Permendikbud tentang petunjuk teknis penyaluran sertifikasi guru.
Di dalam Permendikbud tersebut, salah satu tujuan sertifikasi guru adalah melakukan pengembangan kompetensi guru.
tulis komentar anda