Laznas LMI Gagas Wirausaha Sosial Saat New Normal

Senin, 22 Juni 2020 - 21:50 WIB
“Bagi Selandia Baru, pandemi saatnya berdikari dan tidak bergantung dari bahan produksi impor. Kita juga bisa melakukan ini, jangan tergantung dengan siapa pun, berdikari,” tegas Helmy.

Helmy menyebut tidak ada yang bisa kita selesaikan dengan mengeluh. Persoalan Covid-19 harus diselesaikan, dan diatasi dengan disiplin luar biasa. Ada banyak peluang, meskipun di satu sisi ada bisnis mati tapi ada bisnis lain yang tumbuh.

“Jadi menurut saya banyak hal yang bisa dikembangkan, asal jeli, mau bersyukur, tidak menyalahkan orang lain, peluang selalu terbuka. Para donatur LMI pun bisa membantu UMKM untuk bangkit. Mereka cepat beradaptasi, berbeda dengan perusahaan raksasa,” tutupnya.

Sementara itu, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan bahwa usaha sosial sah-sah saja mencari untung, karena dari keuntungan inilah bisa menjalankan kegiatan sosial.

“Nonprofit bukan berarti tidak mencari laba, tapi harus mencari laba. Karena perusahaan harus laba, maka manajemen harus bagus, kegiatan yang dibuat juga berorientasi laba. Kemudian laba ini dibagi tiga; untuk pajak, untuk kegiatan sosial dan dikembalikan ke perusahaan agar terus besar,” imbuhnya.

Kenapa perusahaan harus lebih besar? Karena pertahanan yang baik adalah menyerang. Kalau sebagian laba dikembalikan ke perusahaan agar terus besar, paling tidak perusahaan tidak mati. Labanya semakin besar, bagian untuk kegiatan sosial pun akan membesar.

Tapi Dahlan mengingatkan, jangan terlena dengan memperbesar laba untuk perusahaan sehingga menunda-nunda kegiatan sosial.(Baca juga: Dikeluarkan dari Kampus karena Mencuri, Gadis Manis Ini Kembali Beraksi )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!