Ribuan Ekor Sapi di Jawa Timur Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku
Sabtu, 07 Mei 2022 - 13:55 WIB
Di hari yang sama, Kabupaten Sidoarjo juga ditemukan kasus yang menjangkit sebanyak 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau. Kasus itu ditemukan dengan sebaran di 11 kecamatan dan 14 desa. Sedangkan kasus keempat terlaporkan pada tanggal 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto. Kasus yang dilaporkan tercatat ada 148 ekor sapi potong yang tersebar di 9 kecamatan dan 19 desa.
“Outbreak (wabah) yang telah menyerang 1.247 ekor di 4 kabupaten tersebut yang terkonfirmasi memiliki tanda klinis sesuai dengan indikasi penyakit PMK,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (7/5/2022).
Pada Jumat (6/5/2022), Khofifah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Kemenko Perekonomian dan juga dengan empat bupati yang wilayahnya terjangkit wabah. Kemudian kalangan kampus khususnya FKH Universitas Airlangga (Unair). Rakor itu digelar secara maraton guna merumuskan langkah komprehensif penghentian penularan PMK pada hewan ternak agar tidak meluas ke daerah lain.
Khofifah mengatakan, berdasarkan penjelasan Dirjen PKH Kementan, PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen. Namun, penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan.
"Saya mengimbau agar masyarakat tidak panik. Terkait suplai daging khususnya kota Surabaya misalnya, kami akan maksimalkan agar aman,” jelas Khofifah.
“Outbreak (wabah) yang telah menyerang 1.247 ekor di 4 kabupaten tersebut yang terkonfirmasi memiliki tanda klinis sesuai dengan indikasi penyakit PMK,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (7/5/2022).
Pada Jumat (6/5/2022), Khofifah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Kemenko Perekonomian dan juga dengan empat bupati yang wilayahnya terjangkit wabah. Kemudian kalangan kampus khususnya FKH Universitas Airlangga (Unair). Rakor itu digelar secara maraton guna merumuskan langkah komprehensif penghentian penularan PMK pada hewan ternak agar tidak meluas ke daerah lain.
Khofifah mengatakan, berdasarkan penjelasan Dirjen PKH Kementan, PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen. Namun, penyakit ini tidak menular ke manusia, melainkan menular ke sesama hewan.
"Saya mengimbau agar masyarakat tidak panik. Terkait suplai daging khususnya kota Surabaya misalnya, kami akan maksimalkan agar aman,” jelas Khofifah.
Lihat Juga :