Mencekam, Dua Kampung di Bima Bentrok 1 Tewas dan 13 Rumah Dibakar
Sabtu, 20 Juni 2020 - 21:57 WIB
Beberapa mobil pemadam kebakaran dan dibantu mobil water canon milik polisi, berusaha memadam api pasca penyerangan berlangsung. (Baca juag: Pabrik Tahu Tempe Meledak, Dua Orang Luka Parah )
Dari data kepolisian setempat, bentrokan dua kampung yang bertetangga ini dipicu akibat kasus pengeroyokan dua orang warga Desa Talabiu oleh warga Desa Padolo yang terjadi pada Jumat (19/6) malam.
“Akibat kasus pengeroyokan tersebut, salah seorang warga Desa Talabiu inisial AR meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Sementara seorang korbannya lagi, mengalami luka bacokan pada bagian kepala. Dan saat ini telah kembali ke rumahnya di Desa Talabiu,” kata Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo pada awak media saat diwawancarai Sabtu sore.
Dijelaskanya, bahwa asal mula aksi pengeroyokan itu terjadi saat korban AR melintas dalam perkampungan Desa Padolo dengan menggunakan sepeda motor. AR yang saat itu dianggap ugal ugalan dengan membesarkan suara motornya, ditegur oleh salah seorang warga. Tak terima ditegur, AR pun balik dan memanggil seorang temannya hingga menyerang rumah warga Padolo. (Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Lima Rumah di Pasar Empat Lawang )
“AR dan temannya pun langsung mendapat perlawanan dan dikeroyok oleh warga Desa Padolo hingga AR dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa jam akibat luka dalam terkena benda tumpul dan benda tajam,” terang Gunawan
Dari data kepolisian setempat, bentrokan dua kampung yang bertetangga ini dipicu akibat kasus pengeroyokan dua orang warga Desa Talabiu oleh warga Desa Padolo yang terjadi pada Jumat (19/6) malam.
“Akibat kasus pengeroyokan tersebut, salah seorang warga Desa Talabiu inisial AR meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima. Sementara seorang korbannya lagi, mengalami luka bacokan pada bagian kepala. Dan saat ini telah kembali ke rumahnya di Desa Talabiu,” kata Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hatmoyo pada awak media saat diwawancarai Sabtu sore.
Dijelaskanya, bahwa asal mula aksi pengeroyokan itu terjadi saat korban AR melintas dalam perkampungan Desa Padolo dengan menggunakan sepeda motor. AR yang saat itu dianggap ugal ugalan dengan membesarkan suara motornya, ditegur oleh salah seorang warga. Tak terima ditegur, AR pun balik dan memanggil seorang temannya hingga menyerang rumah warga Padolo. (Baca juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Lima Rumah di Pasar Empat Lawang )
“AR dan temannya pun langsung mendapat perlawanan dan dikeroyok oleh warga Desa Padolo hingga AR dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat beberapa jam akibat luka dalam terkena benda tumpul dan benda tajam,” terang Gunawan
Lihat Juga :