Petrokimia Jamin Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi untuk Petani Tebu di Sidoarjo
Senin, 14 Maret 2022 - 22:43 WIB
“Sudah pasti kita menyarankan tidak pakai pupuk subsidi, karena dari pupuk non-subsidi ini diharapkan produktivitasnya naik 40 hingga 60 persen dibandingkan biasanya,” kata Arya.
Terpisah, merespon Staf Khusus III Menteri BUMN, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, Senin (14/3) menyatakan siap menjamin ketersediaan pupuk non-subsidi untuk mendukung program Kementerian BUMN dalam memajukan usaha rakyat.
“Tidak hanya itu, kami juga akan menyuplai pestisida melalui anak perusahaan, sekaligus memberikan kawalan edukasi pemupukan berimbang melalui layanan Mobil Uji Tanah. Sehingga petani bisa mengetahui kondisi lahan dan mendapat rekomendasi formula pupuk yang tepat untuk bertani di lahan tersebut,” tandas Dwi Satriyo.
Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan agro-input dan instrumen pendukung pertanian lainnya sudah sepatutnya diperoleh petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ketika produktivitas meningkat dan hasil pertanian terserap dengan baik, maka harapannya kesejahteraan petani dapat meningkat dan stok pangan nasional juga terjaga,” imbuhnya.
Program Makmur yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir sejak Agustus 2021 ini telah diikuti oleh 50.054 orang petani dan terlaksana di atas lahan seluas 71.612 hektar sampai akhir 2021 dengan berbagai komoditas. Baca: Sepekan Bebas Karantina, 2.353 Wisman Datang ke Bali.
Terpisah, merespon Staf Khusus III Menteri BUMN, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, Senin (14/3) menyatakan siap menjamin ketersediaan pupuk non-subsidi untuk mendukung program Kementerian BUMN dalam memajukan usaha rakyat.
“Tidak hanya itu, kami juga akan menyuplai pestisida melalui anak perusahaan, sekaligus memberikan kawalan edukasi pemupukan berimbang melalui layanan Mobil Uji Tanah. Sehingga petani bisa mengetahui kondisi lahan dan mendapat rekomendasi formula pupuk yang tepat untuk bertani di lahan tersebut,” tandas Dwi Satriyo.
Lebih lanjut Dwi Satriyo mengungkapkan bahwa kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan agro-input dan instrumen pendukung pertanian lainnya sudah sepatutnya diperoleh petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ketika produktivitas meningkat dan hasil pertanian terserap dengan baik, maka harapannya kesejahteraan petani dapat meningkat dan stok pangan nasional juga terjaga,” imbuhnya.
Program Makmur yang diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir sejak Agustus 2021 ini telah diikuti oleh 50.054 orang petani dan terlaksana di atas lahan seluas 71.612 hektar sampai akhir 2021 dengan berbagai komoditas. Baca: Sepekan Bebas Karantina, 2.353 Wisman Datang ke Bali.
Lihat Juga :