Selamat Jalan Hero Tito, Punya Mimpi Tuntaskan Bangun Rumah dan Bertanding di Australia

Jum'at, 04 Maret 2022 - 11:08 WIB
Jenazah petinju nasional Hero Tito saat akan dimakamkan di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Foto/MPI/Avirista Midaada

Jenazah petinju nasional ini dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sindurejo, Desa Banjarejo, sekitar pukul 08.00 WIB. Isak tangis pecah mengiringi langkah jenazah petinju yang meninggal di usia 36 tahun ini.

Kakak kandung Hero Tito, Siswanto mengaku pihak keluarga termasuk orang tuanya telah mengikhlaskan kepergian Heru Purwanto. Ia bercerita sosok Hero di mata keluarga dan tetangga sekitar rumahnya dikenal sabar, sopan, dan gemar berbagi.

"Sangat baik, sangat sopan sama kakak, sama adik, ibu orang tua, keluarga. Orangnya sabar, disiplin baik hati di Jakarta pun orang-orang bilang juga orang baik," kata Siswanto saat ditemui MNC Portal Indonesia (MPI) di kediamannya.

Baca juga: 11 Petinju Hebat dengan Rekor Kemenangan Terpanjang yang Guncang Jagat Tinju

Menurut Siswanto, adiknya sudah mengenal tinju sejak Heru Purwanto berusia 11 tahun atau saat yang bersangkutan duduk di bangku sekolah kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

Saat itu, Siswanto yang mengenalkan olahraga tinju ke adiknya. Sebab dari saudaranya dan sekeluarga, hanya Siswanto dan Hero Tito yang menjadi petinju.

"Dia terinspirasi dari saya, belajar sendiri pertama kali belajar sendiri, saya juga petinju latihan di Jaguar. Waktu itu dia ikut, tapi Heru ini pertama latihan pelatihnya Yaniati dulu," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!