Antisipasi Penyelewengan BPNT, Geotagging Dilakukan di Rumah Warga

Senin, 28 Februari 2022 - 01:52 WIB
Para penerima bantuan pangan non tunai sudah bisa melakukan pengambilan di kantor pos. Foto/SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Petugas yang menyalurkan Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) di Kota Surabaya, melakukan geotagging atau memfoto rumah-rumah keluarga penerima manfaat (KPM). Langkah ini dilakukan untuk menekan penyelewengan, dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Baca juga: Program KUR Erick Thohir Bantu Pemuda Surabaya Kembangkan Usaha



Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Anna Fajriatin menuturkan, pada penyaluran BPNT tahun ini akan diberikan secara tunai. Artinya, BPNT kali ini tidak dibagikan dalam bentuk sembako. "Kanor Pos yang akan melakukan tugas itu," kata Anna, Minggu (27/2/2022).

Ia melanjutkan, Kantor Pos juga mendapat tugas dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk melakukan geotagging. Apabila, terdapat KPM yang berusia lanjut, sakit atau bahkan tidak bisa mengambil di Kantor Pos, BPNT tersebut akan diantarkan langsung oleh pihak Kantor Pos. "Disitulah ada proses yang mungkin satu atau dua hari oleh Kantor Pos, untuk memberikan bantuan sosial itu ke rumah KPM masing-masing," ungkapnya.

Baca juga: Kabar Duka Datang dari Pekanbaru, Mantan Wali Kota Herman Abdullah Wafat

Sedangkan untuk total BPNT yang dicairkan, masyarakat akan mendapatkan Rp600 ribu dengan catatan, bahwa BPNT yang dibayarkan per bulan adalah Rp200 ribu. "Jadi dibayarkan tiga bulan langsung, yakni bulan Januari, Februari, dan Maret. Maka total akan mendapatkan Rp600 ribu," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!