Waspada! Kasus Aktif COVID-19 di Sumsel Mendekati 10.000 Kasus
Rabu, 23 Februari 2022 - 05:11 WIB
"BOR di Palembang cukup tinggi yakni 57 persen. Jumlahnya diatas rata-rata BOR di Provinsi Sumsel yang saat ini tercatat sudah mencapai 45 persen. Ini yang harus diwaspadai," kata Lesty
Lesty menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan tracing, testing dan tracking untuk semua masyarakat yang kontak erat dengan pasien COVID-19. Namun, juga dibutuhkan peran serta semua masyarakat Sumsel dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Pemerintah terus berusaha dan berupaya untuk mencegah dan menangani pandemi COVID-19 ini, namun masyarakat juga harus ikut serta. Ikut vaksin dan terapkan prokes ketat, hanya itu kuncinya. Dengan begitu, maka angka penambahan COVID-19 bisa ditekan," ucap Lesty. Baca: Kompak Korupsi Dana Desa, Bapak dan Anak di Lahat Dipenjara.
Dengan semakin tingginya kasus COVID-19 di Sumsel, kata Lesty, pihaknya telah mengeluarkan instruksi dari Gubernur Sumsel agar semua kepala daerah dan dinas kesehatan di tiap kabupaten dan kota di Sumsel untuk antisipasi kasus COVID-19 meningkat, termasuk juga menambah jumlah tempat tidur di semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Baca Juga: Tahanan Tewas, Kapolsek Lubuklinggau Utara Dicopot.
"Yang paling utama adalah memastikan bed tersedia. BOR jangan sampai melesat tinggi dan jangan juga kekurangan bed. Karenanya rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sumsel harus mengantisipasi dengan menambah jumlah bed," pungkasnya.
Lesty menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan tracing, testing dan tracking untuk semua masyarakat yang kontak erat dengan pasien COVID-19. Namun, juga dibutuhkan peran serta semua masyarakat Sumsel dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Pemerintah terus berusaha dan berupaya untuk mencegah dan menangani pandemi COVID-19 ini, namun masyarakat juga harus ikut serta. Ikut vaksin dan terapkan prokes ketat, hanya itu kuncinya. Dengan begitu, maka angka penambahan COVID-19 bisa ditekan," ucap Lesty. Baca: Kompak Korupsi Dana Desa, Bapak dan Anak di Lahat Dipenjara.
Dengan semakin tingginya kasus COVID-19 di Sumsel, kata Lesty, pihaknya telah mengeluarkan instruksi dari Gubernur Sumsel agar semua kepala daerah dan dinas kesehatan di tiap kabupaten dan kota di Sumsel untuk antisipasi kasus COVID-19 meningkat, termasuk juga menambah jumlah tempat tidur di semua rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Baca Juga: Tahanan Tewas, Kapolsek Lubuklinggau Utara Dicopot.
"Yang paling utama adalah memastikan bed tersedia. BOR jangan sampai melesat tinggi dan jangan juga kekurangan bed. Karenanya rumah sakit dan fasilitas kesehatan di Sumsel harus mengantisipasi dengan menambah jumlah bed," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :