Fenomena Sungai Berbusa di Gowa Bukan Akibat Pencemaran Lingkungan
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:11 WIB
"Serbuk dari pada hasil penebangan pohon rambutan ini jatuh ke air, karena di situ dia tebang dan dibelah untuk dijadikan balok dan papan bahan rumah. Serbuknya itu yang berbusa," ungkapnya.
Bahkan pihaknya juga tadi langsung melakukan uji coba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan dan hasilnya memang berbusa. Di atas lokasi penebangan pohon rambutan airnya normal tidak ada busa.
Baca juga:Penampakan Angin Puting Beliung di Perairan Baubau Bikin Panik Warga
Selain itu dirinya bersama Kabid Pencemaran DLH Kabupaten Gowa, Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan parameter lapangan berupa PH dan suhu air dan menurutnya hasilnya normal.
"Kita juga ukur PH airnya dan suhunya normal. PHnya di 6 dan 7, karena kita uji coba di beberapa titik yang kita ambil. PH air 6 sampai 9 itu normal. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan," tambahnya.
Bahkan pihaknya juga tadi langsung melakukan uji coba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan dan hasilnya memang berbusa. Di atas lokasi penebangan pohon rambutan airnya normal tidak ada busa.
Baca juga:Penampakan Angin Puting Beliung di Perairan Baubau Bikin Panik Warga
Selain itu dirinya bersama Kabid Pencemaran DLH Kabupaten Gowa, Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan parameter lapangan berupa PH dan suhu air dan menurutnya hasilnya normal.
"Kita juga ukur PH airnya dan suhunya normal. PHnya di 6 dan 7, karena kita uji coba di beberapa titik yang kita ambil. PH air 6 sampai 9 itu normal. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan," tambahnya.
(luq)
Lihat Juga :