Fenomena Sungai Berbusa di Gowa Bukan Akibat Pencemaran Lingkungan
Kamis, 10 Februari 2022 - 17:11 WIB
loading...
Fenomena sungai berbusa di Gowa dipastikan bukan pencemaran lingkungan. Foto: SINDOnews/Herni Amir
A
A
A
GOWA - Fenomena sungai berbusa di Kampung Beru, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa dipastikan bukan disebabkan oleh pencemaran lingkungan . Kepastian itu diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Gowa, Andi Hernawati mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas apapun di hulu aliran sungai, termasuk adanya kegiatan-kegiatan pertanian.
Baca juga:Air Sungai Berbusa di Gowa Bikin Warga Heboh
"Di hulu juga tidak ada aktivitas apapun, yang ada hanya kebun masyarakat, jadi tidak ada aktivitas lainnya," kata Andi Hernawati saat dikonfirmasi, Kamis (9/2).
Dirinya menyebutkan, penyebab munculnya busa ini karena aktivitas penebangan pohon rambutan yang usianya sudah tua oleh warga setempat. Menurutnya, serbuk hasil penebangan rambutan jatuh ke aliran air yang mengakibatkan busa.
Baca juga:Indonesia Ternyata Punya Laut Mati seperti di Mediterania
"Serbuk dari pada hasil penebangan pohon rambutan ini jatuh ke air, karena di situ dia tebang dan dibelah untuk dijadikan balok dan papan bahan rumah. Serbuknya itu yang berbusa," ungkapnya.
Bahkan pihaknya juga tadi langsung melakukan uji coba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan dan hasilnya memang berbusa. Di atas lokasi penebangan pohon rambutan airnya normal tidak ada busa.
Baca juga:Penampakan Angin Puting Beliung di Perairan Baubau Bikin Panik Warga
Selain itu dirinya bersama Kabid Pencemaran DLH Kabupaten Gowa, Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan parameter lapangan berupa PH dan suhu air dan menurutnya hasilnya normal.
"Kita juga ukur PH airnya dan suhunya normal. PHnya di 6 dan 7, karena kita uji coba di beberapa titik yang kita ambil. PH air 6 sampai 9 itu normal. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan," tambahnya.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Gowa, Andi Hernawati mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas apapun di hulu aliran sungai, termasuk adanya kegiatan-kegiatan pertanian.
Baca juga:Air Sungai Berbusa di Gowa Bikin Warga Heboh
"Di hulu juga tidak ada aktivitas apapun, yang ada hanya kebun masyarakat, jadi tidak ada aktivitas lainnya," kata Andi Hernawati saat dikonfirmasi, Kamis (9/2).
Dirinya menyebutkan, penyebab munculnya busa ini karena aktivitas penebangan pohon rambutan yang usianya sudah tua oleh warga setempat. Menurutnya, serbuk hasil penebangan rambutan jatuh ke aliran air yang mengakibatkan busa.
Baca juga:Indonesia Ternyata Punya Laut Mati seperti di Mediterania
"Serbuk dari pada hasil penebangan pohon rambutan ini jatuh ke air, karena di situ dia tebang dan dibelah untuk dijadikan balok dan papan bahan rumah. Serbuknya itu yang berbusa," ungkapnya.
Bahkan pihaknya juga tadi langsung melakukan uji coba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan dan hasilnya memang berbusa. Di atas lokasi penebangan pohon rambutan airnya normal tidak ada busa.
Baca juga:Penampakan Angin Puting Beliung di Perairan Baubau Bikin Panik Warga
Selain itu dirinya bersama Kabid Pencemaran DLH Kabupaten Gowa, Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan parameter lapangan berupa PH dan suhu air dan menurutnya hasilnya normal.
"Kita juga ukur PH airnya dan suhunya normal. PHnya di 6 dan 7, karena kita uji coba di beberapa titik yang kita ambil. PH air 6 sampai 9 itu normal. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan," tambahnya.
(luq)
Lihat Juga :