Kisah Putri Alun, Selir Cantik Raja Majapahit Diusir dari Istana karena Asal-usulnya Terbongkar

Rabu, 19 Januari 2022 - 05:55 WIB
Raja Brawijaya yang sudah terlanjur kesal dengan Resi Tawanggalun, Dia memberikan syarat yang terakir yaitu jika dia bisa membunuh Resi Tawangalun maka Ario Damar akan diakui menjadi anaknya. Sebenarnya Ario Damar bisa melaksanakan tugas tersebut akan tetapi dia bingung harus bagaimana.

Baca juga: Malapetaka Asal Usul Trowulan Jadi Ibu Kota Kerajaan Majapahit



Putri Alun prihatin terhadap nasib anaknya dan mendirikan sebuah candi yang diberi nama Tawangalun sebagai wujud rasa kasihnya terhadap Ario Damar.

Ario Damar masuk kedalam candi yang memang khusus di buat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, Ario Damar berfikir tentang makna-makna kehidupan dan juga pilihan-pilihan yang harus dia pilih, karena terlalu lamanya berada di dalam candi sampai-sampai keberadaannya tidak diketahui lagi.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, Resi Tawangalun yang sejatinya merupakan bangsa jin masih sering terlihat melakukan semedi di reruntuhan candi ini. “Kehadirannya dirasakan terutama saat malam bulan purnama,” ujar salah seorang warga sekitar.

Selain itu, ada juga kebiasaan ibu-ibu di sekitar area candi yang gemar memakan daging setengah matang di saat-saat tertentu.

Hal ini dipercaya merupakan bentuk penghormatan kepada putri Resi Tawangalun yang gemar memakan daging mentah.

Masyarakat juga sering melakukan acara slametan atau upacara tumpengan setiap malam Kamis atau pada saat bulan purnama sebagai bentuk ritual tolak balak. (Sumber: Wikipedia, berbagai sumber)
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!