Jika Si Kecil Demam, Hal Ini Perlu Bunda Ketahui
Selasa, 11 Januari 2022 - 23:03 WIB
Dokter Sugi mengatakan, untuk penanganan demam, bisa dilakukan dengan terapi farmakologi, yaitu dengan pemberian obat-obatan penurun panas. Selain itu, juga bisa dilakukan dengan terapi fisik yaitu dengan istirahat berbaring, kompres hangat dan banyak minum untuk menghindari dehidrasi.
"Untuk kompres hangat 10-15 menit dilipat ketiak dan selangkangan akan menurunkan panas lewat pori pori dan penguapan," ujarnya. Baca juga: Manfaat Sambiloto, Redakan Demam hingga Turunkan Gula Darah
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan, tambah dokter Sugi, yaitu melakukan kompres dingin. Tindakan ini justru akan meningkatkan pusat pengatur suhu di hipotalamus (timbulnya pengecilan pembuluh darah) sehingga berakibat meningkatkan suhu tubuh.
"Untuk pemberian obat paracetamol atau ibuprofen diharapkan ayah bunda harap cermat untuk membaca dosis sesuai berat badan dan kandungan yang terdapat pada etiket obat," dokter mengingatkan.
Sedangkan untuk pemberian terapi antibiotik hanya untuk infeksi bakteri saja, bukan untuk semua anak dengan demam. "Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak anda, karena terapi antibiotik harus tepat indikasi, waktu, dosis, selalu waspada bahaya resistensi," tuturnya.
"Untuk kompres hangat 10-15 menit dilipat ketiak dan selangkangan akan menurunkan panas lewat pori pori dan penguapan," ujarnya. Baca juga: Manfaat Sambiloto, Redakan Demam hingga Turunkan Gula Darah
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan, tambah dokter Sugi, yaitu melakukan kompres dingin. Tindakan ini justru akan meningkatkan pusat pengatur suhu di hipotalamus (timbulnya pengecilan pembuluh darah) sehingga berakibat meningkatkan suhu tubuh.
"Untuk pemberian obat paracetamol atau ibuprofen diharapkan ayah bunda harap cermat untuk membaca dosis sesuai berat badan dan kandungan yang terdapat pada etiket obat," dokter mengingatkan.
Sedangkan untuk pemberian terapi antibiotik hanya untuk infeksi bakteri saja, bukan untuk semua anak dengan demam. "Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak anda, karena terapi antibiotik harus tepat indikasi, waktu, dosis, selalu waspada bahaya resistensi," tuturnya.
Lihat Juga :