Kisah Relawan Tsunami Aceh, Air Mata Meleleh saat Evakuasi Mayat Anak dan Orang Tua yang Saling Berpelukan

Minggu, 26 Desember 2021 - 13:09 WIB
Dia masih ingat betul bagaimana sepak terjangnya menolong, mengevakuasi mayat yang berserakan akibat bencana saat itu. "Saya dan kawan-kawan (relawan) mengumpulkan ratusan mayat yang sudah lapuk," katanya.

Baca juga: Mengenang Gempa dan Gelombang Tsunami 26 Desember, Nelayan di Aceh Pantang Melaut

Saat itu, dia masih duduk di semester dua Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe ikut bergabung di UKM KSR PMI unit 04 Unimal.

Zulkarnaini beserta tim menyusuri daerah Ulee Lheu, tepatnya di daerah Punge. Daerah ini menjadi yang paling parah pada saat tsunami menerjang. Buktinya kapal PLTD Apung bertengger di kawasan punge, Kapal PLTD tersebut terseret jauh dari bibir pantai Ulee Lheu.

Saat itu kondisi mayat masih bergelimpangan dengan kondisi tubuh yang sudah luluh dikumpulkan satu persatu oleh tim UKM KSR PMI Unimal tersebut. Tubuh-tubuh tersebut harus diangkat secara perlahan dan aroma menyengat menembus masker yang dikenakan Zulkarnaini dan tim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!