Sragopolitan Investmen Summit 2021, Pelaku Usaha Agri go Internasional dengan Digitalisasi
Rabu, 24 November 2021 - 17:57 WIB
Dikatakan, semua proses digital ini dilakukan untuk menembus batas waktu ruang dan jarak sehingga proses distribusi yang tadinya panjang dari petani yang sebelumnya di kirim ke tengkulak lalu ke pengepul bisa hialng semua proses tersebut
"Tujuan akhirnya perdagangan bisa lebih lancar untuk pergerakan uang seperti sekarang yang bergerak uang akan ada di kota besar akan kembali balik lagi ke daerah tanpa dilakukan sendiri tapi digabungkan secara sinergi," kata Reza.
“Melalui Sragen Agropolitan Investmen Summit 2021, dengan digitalisasi perdagangan, sehingga semua hal mulai dari produk dan jasa, sampai ke transaksi tercatat secara digital dan transparant. Hal ini sangat membantu pada fokus kami yaitu membantu para petani, peternak, nelayan dan pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan kemampuan produksi dan network yang jauh lebih luas dari sebelumnya ”, tambah Reza.
Bussiness Development Director Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Arie Yuwono mengatakan, dalam penggunaan sistem digital ini juga ditawarkan beberapa hal seperti perlindungan pengguna aplikasi dengan Asuransi perlindungan diri dari kecelakaan, Asuransi pengiriman Barang (cargo), Asuransi Perjalanan dan Asuransi Kebakaran, bencana alam (Property Allrisk) yang di support oleh asuransi BUMN PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).
"Pertama memberikan edukasi paling tidak kita punya peran serta aktif apalagi dengan pemerintah upaya digitalisasi tersebut bisa di optimalkan untuk UMKM ,sehingga UMKM kita bisa berdaulat , jadi yang tadinya mereka pasarnya secara konvensional diubah menjadi digital,"ujar Arie.
"Tujuan akhirnya perdagangan bisa lebih lancar untuk pergerakan uang seperti sekarang yang bergerak uang akan ada di kota besar akan kembali balik lagi ke daerah tanpa dilakukan sendiri tapi digabungkan secara sinergi," kata Reza.
“Melalui Sragen Agropolitan Investmen Summit 2021, dengan digitalisasi perdagangan, sehingga semua hal mulai dari produk dan jasa, sampai ke transaksi tercatat secara digital dan transparant. Hal ini sangat membantu pada fokus kami yaitu membantu para petani, peternak, nelayan dan pelaku usaha UMKM untuk meningkatkan kemampuan produksi dan network yang jauh lebih luas dari sebelumnya ”, tambah Reza.
Bussiness Development Director Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) Arie Yuwono mengatakan, dalam penggunaan sistem digital ini juga ditawarkan beberapa hal seperti perlindungan pengguna aplikasi dengan Asuransi perlindungan diri dari kecelakaan, Asuransi pengiriman Barang (cargo), Asuransi Perjalanan dan Asuransi Kebakaran, bencana alam (Property Allrisk) yang di support oleh asuransi BUMN PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).
"Pertama memberikan edukasi paling tidak kita punya peran serta aktif apalagi dengan pemerintah upaya digitalisasi tersebut bisa di optimalkan untuk UMKM ,sehingga UMKM kita bisa berdaulat , jadi yang tadinya mereka pasarnya secara konvensional diubah menjadi digital,"ujar Arie.
Lihat Juga :